Breaking News:

Bandar Lampung

BI Lampung: Wujud Cinta Rupiah, Jangan Melipat dan Mencoret Uang 

Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia Lampung mengedukasi masyarakat melalui Workship Jurnalistik terkait Cinta Bangga Paham Rupiah.

Penulis: sulis setia markhamah | Editor: soni
Tribunlampung / Sulis Setia Markhamah
Kepala Seksi Layanan Bank Non Bank KPw Bank Indonesia Lampung Hendra Irawan 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia Lampung mengedukasi masyarakat melalui Workship Jurnalistik terkait Cinta Bangga Paham Rupiah.

Kepala Seksi Layanan Bank Non Bank KPw Bank Indonesia Lampung Hendra Irawan mengatakan, untuk bisa Cinta Rupiah maka masyarakat harus mengenali, merawat dan menjaga rupiah.

"Untuk mengenali ciri keaslian rupiah adalah dengan dilihat, diraba, dan diterawang (3D). Ada 5 hal yang bisa dilihat salah satunya warna uang terlihat jelas dan terang," beber Hendra.

Baca juga: Bank Indonesia Beri Apresiasi melalui Bansos

Lalu, terdapat benang pengamanan pada uang rupiah kertas pada pecahan Rp 100.000, Rp 50.000, dan Rp 20.000. Ada colour shifting atau gambar perisai yang didalamnya berisi logo Bank Indonesia yang berubah warna saat dilihat dari sudut pandang berbeda.

Selain itu ada gambar tersembunyi multiwarna (multicolour latent image) yang dapat dilihat dari sudut pandang tertentu. Juga ada gambar tersembunyi (latent image) berupa tulisan BI yang terlihat dari sudut pandang tertentu.

Sementara itu, saat diraba, terusnya,  hasil cetak uang kertas terasa kasar dan ada kode tuna netral (blind kode) berupa pasangan garis di sisi kanan dan kiri uang.

Terakhir, saat diterawang, terlihat gambar saling isi (rectoverso)dari logo BI yang terlihat utuh apabila diterawang ke arah cahaya.

"Agar bisa Cinta Rupiah adalah dengan merawat dan menjaganya. Uang jangan dilipat, dicoret, distapler, diremas, atau dibasahi apalagi dipalsukan," papar dia.

Bangga Rupiah dengan melihat uang sebagai simbol kedaulatan, menggunakannya sebagai alat pembayaran yang sah dan menjadi alat pemersatu bangsa.

"Terakhir tentang Paham Rupiah adalah menggunakannya sebagai alat transaksi, berbelanja, dan berhemat," tandasnya.( Tribunlampung.co.id / Sulis Setia Markhamah )

Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved