Badak Lampung FC
Kalah dari Dewa United, Pelatih Badak Lampung FC Sebut Wasit Tak Seimbang
Pelatih Badak Lampung FC Budiarjo Thalib kecewa terhadap kepemimpinan wasit utama saat melawan Dewa United.
Penulis: kiki adipratama | Editor: Reny Fitriani
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDARLAMPUNG - Pelatih Badak Lampung FC Budiarjo Thalib kecewa terhadap kepemimpinan wasit utama saat melawan Dewa United, di Stadion Madya, Senayan, Senin (11/10/21) malam.
Menurut Budiarjo kinerja wasit utama Dalail dan dua hakim garis merugikan Badak Lampung.
Dia mengatakan banyak keputusan yang tidak tepat, termasuk gol Dewa United di babak kedua.
"Laga tidak seimbang, bukan karena kami kalah lalu buat alasan. Tapi lagi-lagi perangkat pertandingan yang tidak benar," ujar Budiarjo Thalib.
"Gol (Herman Dzumafo) sebenarnya tidak sah. Tim kami belum siap dan wasit belum meniup peluit untuk memulai tendangan, seharusnya itu batal," imbub Budiarjo.
Baca juga: Hasil Liga 2 2021, Badak Lampung FC Belum Beranjak dari Dasar Klasemen Sementara di Grup B
Budiarjo mengungkapkan, sebelum pertandingan dia sudah mewanti-wanti wasit tersebut.
"Wasit ini dari pertama saya wanti-wanti, saya bahkan sudah chat karena saya punya kontaknya, saya minta dia pimpin seadil-adilnya dan dia sanggupi itu karena dia ini baru promosi dari Liga 3 ke Liga 2 saya tahu persis orang ini," jelas Budiarjo.
Budiarjo juga menyoroti keputusan wasit yang terlalu sering memberikan offside kepada pemainnya.
Padahal, kata dia, beberapa kali pemain Badak Lampung FC sudah lepas dari perangkap offside.
"Pemain kami masih di lapangan tengah tapi terlalu banyak dianggap offside, sedangkan pemain Dewa United gak ada masalah, tapi pemain kami dikartu kuning bahkan dikartu merah," keluh Eks Pelatih Persik Kediri ini.
Baca juga: Hasil Pertandingan Liga 2 2021, Badak Lampung FC Telan Kekalahan Ketiga Secara Beruntun di Grup B
Budiarjo menegaskan kualitas wasit seperti itu justru merusak perkembangan sepak bola nasional.
Sebab, banyak kesalahan berulang yang dilakukan perangkat pertandingan.
"Sekali lagi saya bilang, saya tidak minta dibantu, tapi tolong pimpin yang seadil-adilnya," tandas Budiarjo.
(Tribunlampung.co.id/Kiki Adipratama)