PON Papua 2021

Menpora Zainudin Amali Klaim Penerapan Prokes di PON XX Papua 2021 Terkendali

Menteri Pemuda dan Olahraga RI, Zainudin Amali mengklaim, penerapan protokol kesehatan di even Pekan Olahraga Nasional atau PON XX Papua terkendali.

Istimewa via Tribun-Papua.com
Ilustrasi Menpora Zainudin Amali bersama dengan Kapolri Listyo Sigit Prabowo. Menpora Zainudin Amali mengklaim, penerapan protokol kesehatan di PON XX Papua terkendali. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, JAKARTA - Menteri Pemuda dan Olahraga RI, Zainudin Amali mengklaim, penerapan protokol kesehatan di even Pekan Olahraga Nasional atau PON XX Papua 2021 terkendali.

Hal tersebut disampaikan Zainudin Amali dalam diskusi dengan awak media di Media Center Jakarta untuk PON XX Papua.

Dalam kesempatan itu juga, Mepora menyampaikan data terkini Satgas PON XX Papua per Rabu (13/10/2021) hingga pukul 14.00 WIT.

Tercatat tiga orang yang masih terpapar virus Corona, 39 sedang pemulihan, dan 25 yang sudah sembuh.

Diskusi itu dimoderatori Sekjen PWI Pusat, Mirza Zulhadi didampingi Wakil Ketua Bidang II Organisasi KONI Pusat Gugun Yudinar.

Baca juga: HASIL Final Sepak Bola PON XX, Papua Rebut Medali Emas Seusai Tumbangkan Aceh 2-0

Hadir pula secara virtual yaitu Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat Atal S Depari, CEO Sportlink, Bambang Asmarabudi, CEO Sportbloc Ndang Mawardi, CEO Sportbloc.

"Jadi dibayangkan dari sekian banyak orang, kasus yang muncul seperti itu, dan pengalaman di beberapa multieven waktu Olimpiade, atlet paling tiga sampai lima hari mereka sudah recovery."

"Kebugaran mereka lebih baik daripada yang bukan atlet," ungkap Zainudin Amali yang hadir virtual dari Jayapura, Kamis (14/10/2021).

Para atlet itu rata-rata mengalami kondisi tanpa gejala dan Cycle Threshold (CT) Value-nya tinggi.

"Tidak ada yang CT rendah dan dikhawatirkan menularkan," tutur Amali.

Baca juga: UPDATE Perolehan Medali PON XX Papua 2021, Lampung Kunci 10 Besar dengan 14 Emas

Zainudin Amali memperkirakan semakin menurunnya angka kasus positif Covid-19 di klaster PON XX Papua ini karena sudah banyak orang yang kembali ke daerahnya masing-masing.

Mengingat, cabang olahraga yang masih dipertandingkan sudah berkurang drastis.

"Puncak-puncaknya (kasus Covid-19) pada tanggal 11, 12 Oktober kemudian setelah itu sudah tidak banyak lagi karena orang sudah banyak kembali, kira-kira 65 sampai 70 persen," tuturnya.

Meski tak dipungkiri adanya keterbatasan-keterbatasan, menurut Amali, penerapan penerapan protokol kesehatan selama berjalannya PON XX Papua cukup terkendali.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved