Breaking News:

Universitas Lampung

Peduli Pemulihan Lingkungan Desa Terdampak Tsunami, LPPM Universitas Lampung Beri Pendampingan

Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Lampung (Unila) bekerja sama dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana

ist
Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Lampung (Unila) bekerja sama dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) beri pendampingan pemulihan Sumber Daya Alam (SDA) dan lingkungan, di Desa Kunjir, Kecamatan Rajabasa, Kabupaten Lampung Selatan, Kamis, 14 Oktober 2021. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, - Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Lampung (Unila) bekerja sama dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) beri pendampingan pemulihan Sumber Daya Alam (SDA) dan lingkungan, di Desa Kunjir, Kecamatan Rajabasa, Kabupaten Lampung Selatan, Kamis, 14 Oktober 2021.

Desa Kunjir merupakan wilayah terdampak cukup parah pascatsunami Selat Sunda 2018. Industri pariwisata di sepanjang pesisir pantai Kunjir lumpuh total karena destinasi wisata tersebut rusak akibat tsunami, ditambah lagi dampak pandemi Covid-19 yang sangat signifikan dalam industri pariwisata.

Dalam rangka membangkitkan kembali kegiatan sosial, ekonomi, pariwisata, dan berbagai bidang lainnya di Desa Kunjir, para akademisi Unila melakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat melalui program desa binaan dan pemulihan lingkungan.

Rangkaian kegiatan meliputi peningkatan pengetahuan dan keterampilan bagi anggota masyarakat. Dengan pengetahuan dan keterampilan mumpuni, diharapkan membawa dampak positif terutama untuk mendukung industri pariwisata di desa setempat.

Ketua Puslit Bencana, Lingkungan Hidup, dan SDA LLPM Unila Dr. Amril Ma’ruf Siregar, S.T., M.T., selaku ketua pelaksana mengatakan, kegiatan swakelola tipe dua ini merupakan program pendampingan kepada masyarakat di daerah-daerah terdampak tsunami.

Unila sebagai salah satu partner BNPB, ikut terlibat dalam konsep pentahelix antara perguruan tinggi dan stakeholder dalam rangka pemulihan pascabencana tsunami di Selat Sunda, termasuk di Kabupetan Lampung Selatan.

“Kegiatan sudah dilaksanakan sejak Mei hingga November mendatang dengan total waktu enam bulan,” ujarnya.

Dua kegiatan utama yang dilaksanakan, yakni penanaman 200 buah pohon penahan tsunami yang tersebar di lima titik penanaman di sepanjang garis pantai di Desa Kunjir, Kecamatan Rajabasa, Kabupaten Lampung Selatan.

Kedua, restorasi ekosistem terumbu karang yang dilakukan di tiga titik lokasi dimana di lokasi tersebut terdapat 150 unit block beton dengan total 750 bibit terumbu karang yang sudah ditanam.

Selain itu, LPPM melibatkan mitra yakni kelompok masyarakat Sadar Wisata Bina Remaja, di bawah naungan pemerintah Desa Kunjir, Kecamatan Rajabasa, Kabupaten Lampung Selatan.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved