Breaking News:

Bandar Lampung

Damar Lampung Gelar Training Konseling Bagi Konselor

Lembaga Advokasi Perempuan (Damar) Lampung bersama Empowomen menyelenggarakan Training Konseling, mengenai persoalan kesehatan reproduksi.

Penulis: Bayu Saputra | Editor: Hanif Mustafa
Dok Damar Lampung
Lembaga Advokasi Perempuan (Damar) Lampung bersama Empowomen menyelenggarakan Training Konseling. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Lembaga Advokasi Perempuan (Damar) Lampung bersama Empowomen menyelenggarakan Training Konseling bagi konselor sebaya.

Acara yang digelar di hotel Batiqa, 15-17 Oktober ini dibuka oleh Chayoung Son selaku manajer program Kigepe (Korean Institut for gender equality promotion and education).

Ana Yunita, Direktur perempuan Damar dalam keterangan persnya, Minggu (17/10/2021) mengatakan bahwa kegiatan ini dilatar belakangi persoalan kesehatan seksual dan reproduksi yang dihadapi perempuan dan laki-laki muda. 

"Tingginya angka perkawinan anak di Provinsi Lampung yang juga disebabkan kehamilan yang tidak diinginkan," kata Ana

Karena minimnya informasi terkait Kesehatan seksual reproduksi, dan hasil survey mini yang dilakukan Perempuan Damar bersama Empo. 

Baca juga: Damar Lampung: Selama Pandemi Kasus KDRT Meningkat

Dengan menunjukkan baik perempuan dan laki-laki muda merasa aman dan nyaman bercerita kepada teman ketika mengalami persoalan kesehatan seksual reproduksi. 

Sehingga konseling sebaya dirasa effektif menjadi ruang aman perempuan dan laki-laki muda untuk saling belajar maupun untuk saling menguatkan. 

Pada kegiatan ini juga difasilitasi Wawan Suwandi dari Yayasan Pulih Jakarta dan melibatkan narasumber psikolog klinis.

Serta melibatkan 17 perempuan dan 3 laki-laki muda sebagai kelompok pendukung.

Dalam sambutannya Chayoung Son, selaku manajer program Kigepe (Korean Institut for gender equality promotion and education) mengatakan training ini diharapkan dapat berkontribusi pada peningkatan ketersediaan pelatihan gender berkualitas di komunitas Asia dan menciptakan multiplier effect.

Baca juga: Potret Wanita di Repong Damar Raih Best Tradisional Kostum di Ajang Putri Kebudayaan Indonesia

"Ini yang diharapkan dalam acara ini," terang Chayoung.

Wawan Suwandi dari Yayasan Pulih Jakarta mengatakan, seorang konselor harus memiliki perspektif gender.

Sehingga tidak mudah menyalahkan dan menjudge konseli dan calon konselor perlu diperkuat kemampuannya untuk melakukan analisis sosial dengan pendekatan gender. 

"Jadi konselor bukan superhero yang dapat menyelesaikan semua masalah. Sehingga konselor dapat merekomendasikan ahli atau professional" kata Wawan. ( Tribunlampung.co.id / Bayu Saputra ) 

Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved