Apa Itu

Apa Itu Peribahasa dalam Bahasa Indonesia

Dalam keseharian, peribasa sering terdengar saat berbahasa. Lalu, apa itu peribahasa?

Tayang:
Penulis: Virginia Swastika | Editor: Kiki Novilia
kompas.com
ilustrasi Apa Itu Peribahasa dalam Bahasa Indonesia 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Pembahasan apa itu peribahasa cukup sering didengar dalam pelajaran bahasa Indonesia.

Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) mengartikan peribahasa sebagai kelompok kata atau kalimat yang mengiaskan maksud tertentu.

Selain itu, pengertian peribahasa juga bisa dimaknai dengan ungkapan atau kalimat ringkas padat yang berisikan perbandingan, perumpamaan, nasihat, prinsip hidup, hingga aturan tingkah laku.

Sementara itu, Edwar Djamaris memiliki pendapat yang berbeda.

Dalam bukunya yang berjudul Menggali Khazanah Sastra Melayu Klasik (1984), peribahasa bukan hanya mutiara atau bunga bahasa, tetapi juga kalimat yang memberikan pengertian luas, dalam dan tepat dengan penyampaian yang halus melalui kiasan.

Baca juga: Apa Itu Gagasan Utama

Harimurti Kridalaksana dalam Kamus Linguistik (1993) menjelaskan peribahasa adalah kalimat atau penggalan kalimat yang bersifat turun menurun, digunakan untuk menguatkan maksud karangan, pemberi nasihat, pengajaran atau pedoman hidup.

Dikutip dari Kumpulan Majas, Pantun dan Peribahasa plus Kesusasteraan (2014) karya Ernawati Waridah, peribahasa adalah kalimat atau kelompok kata yang tetap susunannya dan mengandung satu maksud tertentu.

Fungsi Peribahasa

Peribahasa mempunyai beberapa fungsi sosial, di antaranya:

1. Memberikan nasihat.

Baca juga: Apa Itu Bilangan Pecahan dan Contohnya

2. Pengamatan terhadap dunia dan keadaan.

3. Sebagai tanda identitas pembicara dalam suatu kaum.

4. Memperindah bahasa cakap.

Ciri-ciri Peribahasa

Susunan kata di dalam peribahasa bersifat tetap karena jika diubah, susunan kata itu tidak lagi dapat dikatakan peribahasa.

Berikut ciri-ciri peribahasa: Susunan kata-kata di dalam peribahasa sudah pasti dan tidak bisa diubah.

Kalimat peribahasa biasanya untuk memperindah bahasa atau bahkan menyindir.

Kata-kata dalam peribahasa biasanya teratur, mengesankan dan mempunyai makna.

Didasarkan pada pandangan atau perbandingan teliti terhadap alam sekitar, peristiwa yang terjadi atau berlaku di masyarakat.

Dibentuk dan diciptakan dengan satu ikatan bahasa yang padat dan indah sehingga melekat di masyarakat secara turun temurun.

Jenis peribahasa 

Mengutip Buku Pintar Pantun dan Peribahasa Indonesia (2015) karya Mutia Dwi Pangesti, berikut ini jenis peribahasa:

1. Pepatah Pepatah adalah peribahasa yang mengandung nasihat atau ajaran dari orang tua-tua, biasanya dipakai atau diucapkan untuk mematahkan lawan bicara.

2. Ungkapan Ungkapan adalah kiasan tentang keadaan atau kelakuan seseorang yang dinyatakan dengan pepatah atau beberapa patah kata.

3. Bidal atau Pemeo Bidal atau pemeo adalah peribahasa atau pepatah yang mengandung sindiran, peringatan atau ejekan.

4. Perumpamaan Perumpamaan adalah kata-kata yang mengungkapkan keadaan atau kelakuan seseorang dengan mengambil perbandingan dari alam sekitar. Biasanya didahului kata seperti, bagai, bak, laksana, dan lain-lain.

5. Tamsil atau ibarat Tamsil atau ibarat adalah kiasan yang sering menggunakan kata "ibarat" untuk membuat perbandingan tentang suatu perkara.

Penggunaannya bertujuan untuk menjadikan maksudnya bertambah nyata.

6. Semboyan Semboyan adalah kalimat, frase atau kata yang digunakan sebagai pedoman atau prinsip.

Contoh peribahasa

Berikut ini adalah contoh peribahasa.

1. Ada ubi ada talas, ada budi ada balas.

Artinya: perbuatan yang baik akan mendapat balasan yang baik pula.

2. Ada udang di balik batu.

Artinya: seseorang yang menyembunyikan maksud jelek di balik ucapan dan tingkah lakunya.

3. Air beriak tanda tak dalam.

Artinya: orang yang banyak bicara biasanya ilmunya dangkal.

4. Air susu dibalas dengan ari tuba.

Artinya: kebaikan dibalas dengan kejahatan.

5. Bagai air di daun talas.

Artinya: orang yang tidak punya pendirian tetap.

6. Bagai api dalam sekam.

Artinya : perbuatan jahat yang tidak tampak.

7. Besar pasak daripada tiang.

Artinya : jumlah pengeluaran lebih besar daripada pemasukan.

8. Gajah mati meninggalkan gading, harimau mati meninggalkan belang.

Artinya: orang yang selalu berbuat baik, jika meninggal dunia, kebaikannya akan selalu dikenang.

9. Asam di gunung, garam di laut, bertemu dalam belanga.

Artinya: jika sudah ditakdirkan berjodoh, ke mana pun mereka pergi akan bertemu juga.

Baca juga: Apa Itu Median dalam Matematika dan Rumusnya

Itulah rangkuman penjelasan tentang apa itu peribahasa dalam bahasa Indonesia. ( Tribunlampung.co.id / Virginia Swastika )

Baca apa itu lainnya

Sumber: Tribun Lampung
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved