Breaking News:

Lampung Tengah

Polsek Terbanggi Besar Lampung Tengah Amankan Pelaku Pencurian Laptop dan Handphone

Polsek Terbanggi Besar ungkap kasus pencurian satu unit laptop dan handphone di Kampung Sulusuban, Kecamatan Seputih Agung, yang terjadi setahun lalu.

Penulis: syamsiralam | Editor: Dedi Sutomo
Dok Polsek Terbanggi Besar
Barang Bukti Laptop yang turut diamankan bersama Osit (22) yang jadi pelaku pencurian di Lampung Tengah. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, LAMPUNGTENGAHPolsek Terbanggi Besar ungkap kasus pencurian satu unit laptop dan handphone di Kampung Sulusuban, Kecamatan Seputih Agung, yang terjadi setahun lalu.

Pelaku berinisial Osit (22) yang tak lain adalah tetangga korban Marlina (38).

Pelaku beraksi saat korban dan suaminya sedang salat subuh di masjid, Sabtu 5 September 2020 silam.

Kapolsek Terbanggi Besar AKP Made Silva Yudiawan mewakili Kapolres AKBP Oni Prasetya mengatakan, Osit diamankan di rumahnya, Sabtu (9/10/2021) lalu.

"Pelaku kami amankan setelah kami lakukan penyelidikan dan memintai keterangan saksi-saksi. Akhirnya diketahui pelaku pencurian itu yakni pelaku Osit," kata AKP Made Silva Yudiawan, Jumat (22/10/2021).

Baca juga: 2 Juta Warga Lampung Sudah Divaksin, Cuma Ada 5 Kasus Baru Covid-19

Ditambahkan Made Silva, dari penangkapan pelaku Osit, pihaknya menyita barang bukti berupa satu unit laptop merek Toshiba warna hitam dua unit Handphone masing-masing merk Nokia tipe 105 warna hitam dan Nokia warna hitam dan saldo pulsa yang ada di dalamnya Rp 700 ribu.

Saat ini pelaku dan barang bukti masih diamankan di Mapolsek Terbanggi Besar. Pelaku Osit dijerat dengan Pasal 363 KUHPidana dengan ancaman hukuman tujuh tahun penjara.

Korban Marlina menceritakan, saat kejadian ia dan suaminya hendak salat subuh. Saat itu pintu bagian samping rumahnya tidak dikunci.

"Pintu samping waktu itu hanya dirapatkan saja. Saya sama suami terus pergi masjid buat salat subuh di masjid yang ada di dekat rumah," terangnya.

Pulang salat subuh korban terkejut karena melihat pintu samping rumah sudah dalam kondisi terbuka. Lalu korban mengecek barang-barang di dalam rumah.

Baca juga: Sebanyak 23 Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Metro Ikuti Program Kampus Mengajar Angkatan 2

"Begitu saya cek ternyata laptop di dalam kamar sudah hilang. Selain itu, dua laptop saya juga hilang, yang satu ada saldonya Rp 700 ribu buat transaksi jual pulsa," ujarnya.

Pelaku Osit mengatakan, ia sudah memantau aktifitas korban Marlina yang selalu berangkat ke masjid setiap subuh bersama suaminya.

"Pintu memang tidak dikunci, lalu ketika dia (korban) berangkat ke masjid bersama suaminya, lalu saya masuk ke dalam rumah," katanya.

Di dalam rumah, pelaku masuk ke dalam kamar korban dan mengambil satu unit laptop dan dua unit Handphone, lalu pelaku keluar rumah dengan cepat.( Tribunlampung.co.id / Syamsir Alam )

Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved