Apa Itu
Apa Itu El Nino, Mengakibatkan Naiknya Curah Hujan
El Nino termasuk contoh fenomena alam yang dapat terjadi di Bumi. Namun apa itu El Nino?
Penulis: Virginia Swastika | Editor: Dedi Sutomo
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Istilah El Nino sering muncul ketika bicara soal cuaca dan iklim. Lantas apa itu El Nino?
El Nino digambarkan sebagai kondisi saat arus laut hangat tahunan yang mengalir ke arah selatan di sepanjang pesisir Peru dan Ekuador jelang natal.
Dikutip dari Kontan, istilah ini berasal dari Spanyol yang berarti anak laki-laki.
Namanya diberikan oleh para nelayan Peru yang disamakan dengan nama Kristus yang baru lahir.
Awalnya terminologi ini digunakan oleh nelayan di Pantai Ekuador untuk menunjukkan adanya arus panas yang muncul saat natal hingga beberapa bulan berikutnya.
Pada masa tersebut, jumlah ikan menurun akibat arus panas.
Baca juga: Apa Itu Antagonis dalam Karya Sastra
Nelayan biasanya memanfaatkan masa itu untuk istirahat melaut dan menghabiskan waktu bersama keluarga.
Saat El Nino terjadi, permukaan Samudra Pasifik tropis menjadi lebih hangat dari biasanya, terutama di khatulistiwa dan di sepanjang pantai Amerika Selatan dan Tengah.
Lautan yang hangat menyebabkan sistem tekanan rendah di atmosfer di atas, yang pada gilirannya menyebabkan banyak hujan untuk pantai barat Amerika
Hal tersebut berkaitan dengan kelainan pemanasan lautan yang lebih luas di Samudera Pasifik bagian timur.
Bahkan kondisi itu juga dapat mencapai garis batas penanggalan internasional di laut Pasifik tengah.
Pada kawasan tersebut, hujan akan lebih sering turun.
Sementara di wilayah lainnya, seperti Indonesia akan mengalami musim kemarau.
Namun di Amerika Latin, El Nino justru mengakibatkan naiknya curah hujan.
Baca juga: Apa Itu La Nina, serta Kaitannya dengan El Nino
Dikutip dari laman Kementerian Kesehatan, kejadian El-Nino terjadi secara berurutan setelah atau sebelum La-Nina.
Hasil kajian dari tahun 1900 sampai tahun 1998 mengungkapkan bahwa El-Nino telah terjadi sebanyak 23 kali (rata-rata 4 tahun sekali).
Menurut National Geographic, El Nino kuat pernah menyebabkan banjir bandang dan membuat seluruh isi desa meluncur menuruni lereng gunung.
Pada peristiwa 1972 hingga 1973, suhu laut meroket di lepas pantai Peru, hampir memusnahkan industri perikanan anchoveta, yang penting bagi negara itu.
Selama El Nino 1997 hingga 1998, peristiwa tersebut sempat membuat kerugian lebih dari $3,5 miliar pada bangunan, lahan pertanian, dan infrastruktur lainnya.
Sementara pada tahun 2016, karang memutih di seluruh Pasifik, banjir melanda Amerika Selatan, dan kebakaran yang dipicu kekeringan melanda Australia.
Dampak El Nino di Indonesia
Adapun dampak El Nino di Indonesia yang menyebabakan suhu permukaan air laut di sekitar Indonesia menurun.
Kondisi tersebut kemudian berakibat pada berkurangnya pembentukan awan yang membuat curah hujan menurun.
Meski begitu, kandungan klorofil-a pada lautan Indonesia meningkat.
Kandungan kloorofil-a yang meningkat berarti meningkatnya pasokan makanan di lautan Indonesia yang tentunya meningkatkan jumlah ikan yang ada di sekitar perairan Indonesia.
El Nino kuat yang terjadi di Indonesia dalam sejarah juga tercatat pernah terjadi pada tahun 1997.
Curah hujan tiga bulanan di Indonesia mengalami pengurangan yang sangat drastis sebagai dampak dari kejadian ini dan umumnya jauh lebih rendah dibandingkan rata-ratanya.
Beberapa wilayah Indonesia terutama di Jawa, Bali hingga Nusa Tenggara, sebagian Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua bahkan mengalami curah hujan yang sangat rendah (extremely low rainfall) sepanjang tahun El Nino itu terjadi.
Selain itu, simak juga fenomena la nina.
Nama La Nina diambil dari bahasa Spanyol yang berarti gadis kecil.
Dilansir dari National Geographic, La Nina adalah pola iklim yang menggambarkan pendinginan permukaan air laut.
Sementara dikutip dari Kompas.com, La Nina adalah peristiwa alam yang menyebabkan udara terasa lebih dingin.
La nina juga dikenal sebagai kebalikan dari fenomena alam berupa El Nino, yang menjadi penyebab panas di Indonesia.
Tak hanya itu, peristiwa ini juga bisa menyebabkan meningkatnya curah hujan.
Istilah ini banyak disinggung saat membahas soal cuaca dan iklim pada suatu wilayah.
Sebab, La Nina menjadi bagian dari faktor penyebab musim hujan di Indonesia.
La nina disebabkan oleh penumpukan air yang lebih dingin dari biasanya di Pasifik tropis.
Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) dalam Kompas.com menjelaskan suhu muka laut di Samudera Pasifik akan mengalami pendinginan.
Akibatnya, pertumbuhan awan akan berkurang dan menyebabkan embusan angin menjadi lebih kuat dari biasanya.
Embusan angin tersebut juga akan menyebabkan massa air hangat berpindah menuju Pasifik Barat.
Perpindahan massa air tersebut membuat air dingin pada laut Pasifik naik dan menggantikan massa air hangat.
La nina dicirikan oleh tekanan udara yang lebih rendah dari normal di atas Pasifik barat.
Zona bertekanan rendah ini berkontribusi pada peningkatan curah hujan.
Hal tersebut yang kemudian menyebabkan terjadinya peningkatan curah hujan di wilayah Indonesia.
Peristiwa ini biasanya berdampak positif pada industri perikanan di Amerika Selatan bagian barat
Selain itu, kondisi tersebut juga dapat mengakibatkan musim hujan berlangsung lebih lama.
La nina dapat berlangsung antara satu dan tiga tahun, tidak seperti El Nio, yang biasanya berlangsung tidak lebih dari satu tahun
Dalam mengukur La Nina, ada beberapa cara yang dapat dilakukan, di antaranya menggunakan:
1. Sea surface temperature (SST)
Dalam pengukuran ini, La Nina dapat dibedakan menjadi tiga:
a. La nina lemah.
b. La nina sedang.
c. La nina kuat.
2. Southern Oscilation Index (SOI)
Cara ini lebih menekankan perbedaan tekanan udara di daerah Pasifik Timur dengan Indo-Australia.
Dalam pengukurannya, SOI lebih lama jika dibandingan dengan metode sebelumnya.
Baca juga: Apa Itu Mean dalam Matematika
Sebab, SOI ini diukur selama enam bulan. Sementara SST hanya tiga bulan.
Fenomena La Nina diketahui mampu menyebabkan tingginya curah hujan di Indonesia.
Seberapa besar dampaknya tergantung dari kategori fenomena La Nina itu, apakah lemah, sedang, atau justru kuat.
Pada kondisi yang parah, dampak La Nina bisa menyebabkan beragam bencana alam, termasuk banjir bandang dan longsor.
Akan tetapi, fenomena La Nina tidak terjadi di semua bagian wilayah Indonesia.
Itulah penjelasan tentang apa itu El Nino. ( Tribunlampung.co.id / Virginia Swastika )
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/kemarau-panjang_20151023_181945.jpg)