Breaking News:

Pringsewu

Kejari Pringsewu Indikasi Ada Kebocoran Penyaluran BPNT Melalui E-Warong

Kajari Pringsewu Ade Indrawan mengungkapkan, bantuan sosial BPNT ini telah mendapat pendampingan hukum.

Tribunlampung.co.id / Robertus Didik
Kajari Pringsewu Ade Indrawan dalam sosialisasi Pendampingan Hukum Kejaksaan RI di Balai Pekon Wates, Kecamatan Gadingrejo, Senin (25/10/2021). 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, PRINGSEWU - Kejaksaan Negeri Pringsewu mengindikasi adanya kebocoran dalam penyaluran bantuan sosial Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) melalui E-Warong.

E-Warong merupakan aplikasi Warung Gotong Royong.

Kajari Pringsewu Ade Indrawan mengungkapkan, bantuan sosial BPNT ini telah mendapat pendampingan hukum.

"Mulai bulan ini terhadap yang namanya penyaluran E-Warong tidak ada kebocoran lagi," ujar Ade kepada wartawan di acara Pendampingan Hukum Kejaksaan RI di Balai Pekon Wates, Kecamatan Gadingrejo, Senin (25/10/2021).

Baca juga: Bantu Suami Judi Togel, IRT di Pringsewu Dijebloskan ke Penjara

Ditambahkan Ade, menurut pengamatannya, selama ini ada kebocoran penyaluran BPNT.

"Kalau sampai bulan ini (Oktober) nanti, berdasar penilaian kami ada kebocoran, kami akan minta uang itu dikembalikan," ucap Ade.

Terkait uang pengembalian tersebut, Ade mengungkapkan, teknisnya bidang perdata dan tata usaha negara (datun) yang melaksanakan.

Ia mengungkap, salah satu metode yang akan digunakan jaksa untuk mengantisipasi anggaran berlebih di E-Warong yakni dengan memakai sistem terhadap pembelian barang berdasar pada hari belanja.

Harga tersebut didapat salah satu indikatornya dari Diskoperindag.

Baca juga: IRT di Pringsewu Lampung Jadi Bandar Judi Togel, Alasan Membantu Suami yang Pengangguran

"Jadi nggak ada lagi sifatnya flat, nggak ada. Nggak laku sama saya yang itu. Nggak saya terima lagi itu," tegasnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved