Tempat Wisata

Tempat Wisata di Bandung, Sate Gule Kambing Kang Dedi Langganan Para Pejabat

Sate Gule Kambing Kang Dedi sering diserbu para pejabat Kota Bandung. Mulai dari camat, wali kota, hingga gubernur.

Penulis: Virginia Swastika | Editor: Kiki Novilia
Tribun Jabar/Tiah SM
Ilustrasi warung Sate Gule Kambing Kang Dedi. Tempat Wisata di Bandung, Sate Gule Kambing Kang Dedi Langganan Pejabat Kota Kembang 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Liburan ke tempat wisata di Bandung kurang lengkap bila tak mencicipi aneka kulinernya.

Kota Kembang ini menyimpan beragam kuliner yang bisa dicoba para wisatawan, mulai dari makanan khas, kekinian, hingga yang legendaris.

Satu di antara kuliner legendaris yang bisa dicicipi adalah hidangan yang ada di Sate Gule Kambing Kang Dedi.

Dibuka sejak tahun 1950, makanan di warung sate dan gulai ini masih menjadi buruan warga Bandung.

Bahkan pelanggannya juga dari kalangan pejabat Kota Bandung, mulai dari camat, wali kota, gubernur, termasuk Kapolda.

Baca juga: Tempat Wisata di Bandung, 3 Rekomendasi Wisata Instagramable

Menariknya, para pejabat yang datang berombongan itu rela menikmati sate dan gulai buatan Kang Dedi sambil duduk di trotoar.

Kuah gulai yang kental ditambah dengan aroma rempah yang menyengat serta daging yang empuk dan besar menjadikan hidangan di tempat wisata ini menjadi buruan banyak orang.

Terlebih, pemiliknya juga masih mempertahankan usahanya yang dijual menggunakan gerobak di pinggir jalan.

Kang Dedi (55) yang kini mengelola Sate Gule Kambing Kang Dedi menuturkan usahanya telah dirintis oleh sang kakek sejak tahun 1950.

Usaha tersebut kemudian dilanjutkan oleh ayahnya pada 1957 dan Dedi sering ikut berjualan saat masih menjadi pelajar SD.

Baca juga: Tempat Wisata di Bandung, 4 Rekomendasi Kuliner Legendaris

Ia mengatakan sate dan gulai buatannya tersebut berasal dari domba muda yang dipasok dari peternak langsung.

"Sehari kadang bisa dua ekor domba jika sedang ramai," kata Dedi dikutip dari Tribun Jabar.

Dedi juga ingat banyak pejabat yang menjadi pelanggan setia dagangannya.

Di antaranya mantan Wali Kota Bandung, Otje Djunjunan hingga mantan Gubernur Jawa Barat, Danny Setiawan.

"Pak gubernur sejak tahun 1980-an sering makan sate dan gule

Baca juga: Tempat Wisata di Bandung, Destinasi Lokal Rasa Mancanegara

Selain makan, kadang membeli untuk dibawa pulang. Yang sering Gubernur Danny Setiawan," tambahnya.

Dedi juga bercerita para pejabat Pemerintah Kota Bandung, termasuk Dada Rosada masih terus berlangganan makanannya.

"Saya sering kirim sate dan gule ke Sukamiskin karena pelanggan setia. Waktu Pak Dada (jadi) Wali Kota, sering diundang ke Pendopo jika ada acaranya," terangnya lagi.

Sayangnya, Kang Dedi sempat tak bisa berjualan saat pemerintah daerah menyerukan adanya pemberlakuaan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM).

Namun kini, ia sudah bisa kembali berjualan bersama anaknya, Dani.

Jika tertarik untuk datang ke tempat wisata ini, Sate Gule Kambing Kang Dedi buka mulai pukul 18.00-22.00 WIB.

Lokasinya ada di Jalan Astanaanyar Kota bandung, tepatnya depan toko Jalan Astanaanyar No 108.

Harga per 10 tusuk sate dijual Rp 50 ribu dan seporsi gulai dibanderol dari Rp 50 ribu.

Kunjungi pula tempat wisata di Bandung yang tak kalah legendaris.

Satu di antaranya Warung Nasi Bu Eha yang sudah buka sejak tahun 1947.

Lokasinya berada di Jalan Cihapit Bandung, tepatnya di dalam Pasar Cihapit yang merupakan pasar tertua di Kota Bandung.

Warung nasi ini menyediakan makanan khas Sunda, seperti pepes ikan, pepes ayam, perkedel, ayam goreng, ikan goreng, paru, dan masih banyak lagi.

Bu Eha, pemilik sekaligus anak dari pendiri Warung Nasi Bu Eha mengatakan tempat makannya masih menjadi favorit warga Bandung, meski telah buka sejak puluhan tahun lalu.

"Pada tahun 1947, ibu saya, Enak, mendirikan warung ini hingga akhirnya sekira tahun 1960," kata Bu Eha, dikutip dari Tribun Jabar (24/10/2021).

Sejumlah tokoh penting di Indonesia juga diketahui pernah mencicipi makanan di warungnya.

Bahkan, Presiden Soekarno selalu memesan makanan di sini melalui istrinya, Ibu Inggit Garnasih.

"Jadi dulu mertua saya, Aisyah, adalah teman dekatnya Ibu Inggit."

"Jadi setiap Presiden Soekarno datang ke Bandung, Ibu Inggit dan mertua saya selalu pesan makanan di warung saya untuk Presiden Soekarno," tambahnya.

Selain itu, ada juga Guruh Soekarno Putra dan Ridwan Kamil yang sering berkunjung ke tempat wisata di Bandung ini.

Dikatakan Bu Eha, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil hampir sebulan dua kali mengunjungi warungnya bersama sanak saudaranya.

Pantauan TribunJabar.co.id, puluhan orang bergantian mengambil makanan yang ada di prasmanan Warung Nasi Bu Eha.

Setidaknya terdapat 24 kursi plastik dan empat meja besar di warung ini.

Dekorasi dinding warung dihiasi dengan foto-foto Presiden Soekarno yang menurut Bu Eha adalah pemberian dari keluarga Soekarno di Blitar.

Baca juga: Tempat Wisata di Bandung, Jalan Lengkong Kecil Surga bagi Para Pecinta Kuliner di Bandung

Jika tertarik untuk mencoba kuliner Bandung ini, kamu bisa langsung datang ke Pasar Cihapit Bandung yang buka setiap hari Senin sampai Sabtu dari pukul 06.00 WIB hingga pukul 16.00 WIB. ( Tribunlampung.co.id/ Virginia Swastika )

Sumber: Tribun Lampung
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved