Breaking News:

Pringsewu

Akibat Serangan Hama Tikus, Petani di Pringsewu Kehilangan Panen Padi Hingga 100 Ton

Serangan hama tikus mengancam tanaman padi petani di Kabupaten Pringsewu. Ancaman yang kian meluas, dapat mengakibatkan puso (gagal panen).

Tribunlampung.co.id / R Didik Budiawan C
Petani di Pekon Tulung Agung, Kecamatan Gadingrejo, Kabupaten Pringsewu bersama Dinas Pertanian, POPT dan TNI melakukan perburuan hama tikus di areal sawah setempat, Rabu, 27 Oktober 2021. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, PRINGSEWU – Serangan hama tikus mengancam tanaman padi petani di Kabupaten Pringsewu.

Ancaman yang kian meluas, dapat mengakibatkan puso (gagal panen).

Karenanya, para petani pun diharapkan dapat lebih proaktif dalam pengendalian ancaman hewan pengerat ini.

Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian Pringsewu Dwiyanto Sulistiono mengungkapkan, serangan hama tikus ini elama musim tanam gadu (rendeng) kemarin, berdampak adanya penurunan panen hingga mencapai 40 hektar.

Luas tanam musim gadu lalu, kata dia, hanya 11.400 hektar dari total luas lahan sawah di Bumi Jejama Secancanan yang mencapai 13.928 hektar.

Baca juga: Lampung Utara Akan Miliki Pondok Pesantren Modern

Lalu, lahan sawah yang terserang hama tikus ini tersebar hampir diseluruh wilayah Kecamatan. Sifatnya spot-spot.

Serangan paling luas terjadi di wilayah Kecamatan Gadingrejo.

"Dari 40 hektar yang terserang hama tikus, masih dapat menghasilkan padi rata-rata 2,5 ton per hektarnya," kata Dwiyanto, Rabu, 27 Oktober 2021.

Padahal, lanjutnya, produksi padi ideal minimal 5 ton per hektar. Mengalami penurunan produksi hingga 50 persen akibat serangan hama tikur.

“Kalau kita jumlahkan penurunannya dari 40 hektar yang terserang hama padi, mencapai 100 ton yang hilang,” terang Dwiyanto.

Halaman
12
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved