Breaking News:

Mesuji

Jaga Ekosistem Ikan, PSDKP-DKP Lampung Sosialisasi Peran Penting Pokmaswas di Mesuji

Adapun Pokmaswas yang disasar berada di Desa Sungai Badak, Wiralaga I, dan Sritanjung dengan nama Pokmaswas Tanjung Lestari.

Penulis: M Rangga Yusuf | Editor: Daniel Tri Hardanto
Tribunlampung.co.id / Rangga Yusuf
PSDKP-DKP Provinsi Lampung berkunjung ke Pokmaswas Tanjung Lestari di Desa Sritanjung, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Mesuji, Kamis (28/10/2021). 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, MESUJI - Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Lampung melalui Pengawas Perikanan Pangkalan Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) menyosialisasikan peran penting Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas) untuk menjaga ekosistem ikan di perairan Mesuji.

Adapun Pokmaswas yang disasar berada di Desa Sungai Badak, Wiralaga I, dan Sritanjung dengan nama Pokmaswas Tanjung Lestari.

Pengawasan Perikanan PSDKP Lampung, Cici Anggara mengatakan peran penting Pokmaswas adalah untuk menjaga ekosistem ikan di perairan dari ancaman penangkapan yang tidak ramah lingkungan.

"Seperti melakukan kegiatan penangkapan dengan nyetrum, putas dan bom. Selain itu juga dibidang pemasaran juga bisa memeriksa olahan hasil perikanan, misalkan ikan asap memakai formalin dan lainya," ujar Cici, Kamis (28/10/2021).

Baca juga: Mesuji Punya Stok 21 Ribu Dosis Vaksin Covid-19

Termasuk juga, lanjut Cici, ekspor-impor dan budi daya apakah menggunakan obat dalam proses budi daya yang tidak layak serta mengancam kesehatan.

Selanjutnya, Cici memaparkan bahwa pihaknya telah mempelajari permasalahan yang ada di Pokmaswas. Dan ternyata banyak Pokmaswas yang tidak tahu akan tugas, kewenangan dan fungsinya seperti apa.

Sehingga, hadirnya PSDKP untuk memberikan  pemahaman kepada Pokmaswas akan hal tersebut, agar kedepan Pokmaswas dapat lebih aktif dan miliki kepercayaan diri untuk menjaga ekosistem ikan.

"Pokmaswas itu perpanjangan tangan kita. Bisa menangkap, dan menyita alat tangkap seperti strum. Kami kan tidak mungkin dilapangan, maka hadirnya pokmaswas ini penting. Jadi kepanjangan tangan PSDKP," paparnya.

Cici mengungkapkan tidak jarang Pokmaswas itu takut untuk membuat laporan, dan khawatir akan keselamatan nya saat menjumpai pelaku yang menangkap dengan cara melanggar hukum.

Baca juga: Pengakuan Suami Istri Beli Bayi Harga Rp 5 Juta, 10 Tahun Nikah Tak Punya Anak

Oleh sebab itu, pihaknya berusaha menyakinkan kepada Pokmaswas untuk tidak takut, karena Pokmaswas sendiri diatur dalam undang-undang (UU). Sehingga ini adalah organisasi resmi dari pemerintah dan dilindungi oleh pemerintah.

Halaman
123
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved