Breaking News:

Pringsewu

100 Ton Padi Dimakan Tikus, Petani Pringsewu Lampung Alami Penurunan Produksi

Binatang pengerat tikus masih menjadi ancaman bagi tanaman padi petani di Kabupaten Pringsewu.

Editor: Reny Fitriani
AFP/SANJAY KANOJIA
Ilustrasi tikus - 100 Ton Padi Dimakan Tikus, Petani Pringsewu Lampung Alami Penurunan Produksi 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, PRINGSEWU - Binatang pengerat tikus masih menjadi ancaman bagi tanaman padi petani di Kabupaten Pringsewu.

Pada musim tanam gadu lalu, serangan hama tikus telah mengakibatkan 100 ton padi hilang.

Jika biasanya petani menghasilkan padi sekitar 5 ton per hektare, akibat serangan tikus menjadi 2,5 ton per hektare.

Ada sekitar 40 hektare padi yang mengalami penurunan produksi.

Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian Pringsewu Dwiyanto Sulistiono menjelaskan, luas tanam musim gadu lalu hanya 11.400 hektare dari luas lahan sawah di Bumi Jejama Secancanan 13.928 hektare.

"Serangan hama tikus ini sangat merugikan petani. Luasan yang terdampak akibat serangan tikus ini tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Pringsewu. Artinya berupa spot-spot. Namun wilayah terdampak paling luas adalah Kecamatan Gadingrejo," bebernya kepada Tribun, Rabu (27/10/2021).

Ia melanjutkan, penurunan produksi itu baru dari serangan hama tikus, belum hama lainnya seperti wereng.

Daya Rusak Tinggi

Petugas POPT (Pengendali Organisme Pengganggu Tanaman) Kecamatan Gadingrejo Hendri mengungkapkan, serangan tikus yang terjadi pada tanam musim gadu kemarin pada fase vegetatif.

Setelah rumpun padi terserang, masih tumbuh tunas baru. Masih keluar padi meskipun malainya pendek.

Baca juga: Petani di Pringsewu Lampung Manfaatkan Burung Hantu untuk Basmi Hama Tikus

Halaman
1234
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved