Breaking News:

Pringsewu

Komisi II DPRD Pringsewu Lampung Sarankan Petani Gotong Royong Basmi Tikus

Maraknya serangan hama tikus di Kabupate Pringsewu menndapatkan perhatian dari DPRD setempat.

Tribunlampung.co.id / R Didik Budawan C
Ilustrasi. Serangan hama tikus di Pringsewu mendapatkan perhatian anggota Komisi II DPRD Pringsewu. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, PRINGSEWU – Maraknya serangan hama tikus di Kabupate Pringsewu menndapatkan perhatian dari DPRD setempat.

Komisi II DPRD Pringsewu yang membidangi pertanian merespon terkait adanya serangan hama tikus yang merugikan petani.

Sekretaris Komisi II DPRD Pringsewu Anton Subagiyo mengaku prihatin dengan dampak yang diakibatkan hama tikus.

"Kami berharap tidak terulang kembali di tahun-tahun berikutnya," kata Anton, Jumat, 29 Oktober 2021.

Dia menyerankan supaya petani bergotong royong membasmi tikus dengan metode gropyokan atau dengan cara lainnya. Intinya supaya populasi tikus berkurang.

Baca juga: 4.704 Pendaftar CPNS di Lampung Tak Mengikuti Tes SKD

Anton menambahkan, supaya para petani lebih termotivasi menangkap tikus, pemerintah bisa menggunakan anggaran tak terduga.

Tujuannya untuk memberi stimulus bagi siapa saja yang berhasil menangkap tikus. Contohnya, dengan memberi hadiah Rp 1.000 per tikus.

"Istilahnya disayembarakan supaya petani lebih semangat lagi menangkap tikus," tuturnya.

Sehingga tikus-tikus itu nantinya dapat diserahkan kepada Dinas Pertanian melalui petugas penyuluh lapangan.

Maka, ketika ada yang mendapat 100 ekor tikus, bisa mendapat imbalan uang Rp 100 ribu. 

Menurut Anton, dengan begitu bisa menjadikan lapangan kerja baru bagi masyarakat tani yang tengah mengalami persoalan ekonomi di masa pandemi Covid-19 seperti saat ini.

Baca juga: Bupati Winarti Warning Direktur RSUD Menggala soal Vaksin Covid-19

Anggota Komisi II DPRD Pringsewu Rahwoyo mengungkapkan, bila serangan hama tikus saat musim tanam gadu kemarin tidak hanya di lahan pertanian padi saja.

Sebelumnya, tambah dia, juga menyerang tanaman jagung. Tapi karena masa tanam jagung selesai, tikus menyasar komoditas pertanian lainnya, yakni padi.

Dia berharap, terkait hama tikus ini petani juga berupaya menanggulangi sendiri. Seperti kegiatan yang sudah dianjurkan oleh Dinas Pertanian, yaitu gropyokan dengan sistim gotong royong.

Rahwoyo mengucapkan bila kegiatan itu buat kepentingan petani sendiri. Sehingga ia lebih menyarankan supaya petani swadaya, atau mandiri.( Tribunlampung.co.id / R Didik Budiawan Cahyono )

Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved