Breaking News:

Lampung Selatan

Masuki Musim Penghujan Dinkes Lamsel Bentuk Kader Jumantik di Tiap Puskesmas Antisipasi DBD

Memasuki musim penghujan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Lampung Selatan membentuk kader juru pemantau jentik (Jumantik) di setiap Puskesmas

Penulis: Dominius Desmantri Barus | Editor: soni
Tribunlampung.co.id/Domi
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Dinas Kesehatan Kabupaten Lampung Selatan Basuki Didik Setiawan.  

 
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, LAMPUNG SELATAN-Memasuki musim penghujan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Lampung Selatan membentuk kader juru pemantau jentik (Jumantik) di setiap Puskesmas untuk megantisipasi penyakit demam berdarah dengue (DBD).

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Dinas Kesehatan Kabupaten Lampung Selatan Basuki Didik Setiawan mengatakan salah satu bentuk pencegahan DBD yang dilakukan pihaknya yaitu membentuk kader Jumantik disetiap Puskesmas.

"Kita sudah membentuk kader Jumantik di tiap puskesmas, dimana mereka mengontrol perkembang biakan jentik nyamuk di setiap rumah," kata Didik, Minggu (30/10/2021).

Baca juga: Tahun Lalu 165 Kasus, Saat Ini Cuma Ada 22 Kasus DBD di Tanggamus Lampung

"Untuk memutus mata rantai perkembangbiakan jentik nyamuk Aedes Agepty kita harus menerapkan pola hidup sehat dengan 3 M (Menguras, menutup dan mengubur)," jelasnya.

Didik mengatakan pihaknya juga akan memberikan penyuluhan kepada masyarakat tentang kebersihan terutama tidak menggantung pakaian, karena akan menimbulkan nyamuk.

"Kami juga akan memberikan penyuluhan kepada masyarakat untuk menanam tanaman anti nyamuk, seperti tanaman serai dan lainnya. Masyarakat dapat menggunakan lotion anti nyamuk untuk menghindari gigitan nyamuk," katanya.

Didik mengungkapkan bagi masyarakat yang lingkungan terjadi kasus DBD, segera menghubungi petugas puskesmas terdekat untuk dapat segera ditindaklanjuti petugas.

"Lalu langkah selanjutnya kami akan melakukan tindakan Foging dan abatisasi. Jika memang dinyatakan ada penderita dan didukung dengan hasil PE dimana terdapat banyak jentik nyamuk Aedes Aegypti," pungkasnya.( Tribunlampung.co.id / Dominius Desmantri Barus )

Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved