Tempat Wisata

Tempat Wisata di Bandung, One Eighty Coffee Nuansa Kolam Sambil Menikmati Kulineran

Kota Bandung memiliki beragam kuliner yang bisa Anda nikmati sembari belibur.Satu di antaranya yang patut Anda coba adalah One Eighty Coffee.

Tayang:
Editor: Dedi Sutomo
Instagram/@oneeightycoffee
Ilustrasi sisi outdor di One Eighty Coffee. Tempat Wisata di Bandung, One Eighty Coffee Nuansa Kolam Sambil Menikmati Kulineran. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID – Jika Anda seorang penggemar kulineran, Kota Bandung tepat menjadi tujuan untuk memanjakan lidah.

Kota Kembang ini memiliki beragam kuliner yang bisa Anda nikmati sembari belibur.

Satu di antaranya yang patut Anda coba adalah One Eighty Coffee.

One Eighty Coffee menawarkan kulineran di kolam.

One Eighty Coffee dibangun dengan mengusung konsep tempat makan indoor dan outdoor yang nyaman juga Instagramable.

Lokasinya ada di Jalan Ganesa No 3, Lebak Siliwangi, Kecamatan Coblong, Bandung.

Baca juga: Tempat Wisata di Bandung, 3 Rekomendasi Wisata Instagramable

Bila dilihat dari tampilan luar, kafe ini terlihat sederhana.

Namun pengunjung akan dikejutkan dengan isi yang ada di dalam tempat wisata tersebut.

Sebab, One Eighty Coffee memiliki desain interior yang kekinian, cocok untuk jadi spot foto Instagramable.

Suasana santai juga akan begitu terasa dari destinasi ini, lantaran dikelilingi pepohonan rindang.

Selain itu, tempat wisata ini juga dilengkapi dengan kolam yang cocok untuk jadi tempat ngopi cantik.

Namun, tinggi air yang ada di sana hanya semata kaki yang cocok untuk merendam kaki.

Baca juga: Tempat Wisata di Bandung, 4 Destinasi Wisata Lokal dengan Nuansa Luar Negeri di Kota Kembang

Tak hanya bisa menikmati sensasi berbeda dari kafe unik ini, kamu juga kulineran dengan menu makanan yang lezat ditemani live music saat malam.

Ada banyak menu yang ditawarkan, termasuk kopi.

Tak perlu khawatir dengan harganya. Meski kafe ini tampak mahal, harga menu mereka masih tergolong terjangkau, yakni mulai dari Rp 23 ribu.

Jika kamu tertarik untuk mengunjungi tempat wisata di Bandung ini, One Eighty Coffe buka Minggu-Kamis dari pukul 08.00-23.00 WIB.

Sedangkan pada Jumat-Sabtu, tempat wisata ini buka dari pukul 08.00-00.00 WIB.

Baca juga: Tempat Wisata di Bandung, Obati Rindu Suasana Pedesaan di Dusun Bambu Lembang

Kunjungi pula destinasi di Bandung lainnya, misalnya kedai Sinih Kopi yang menghadirkan sensasi berada di Yunani, tepatnya di Santorini.

Destinasi kuliner Bandung ini berlokasi di Jalan Bukit Pakar Timur No. 45, Dago, Bandung Utara.

Saat memasuki Sinih Kopi, pengunjung akan disuguhkan dengan bangunan putih yang dikombinasikan biru tua.

Lokasi ini juga dilengkapi dengan kain-kain yang tampak menggantung dari atap kedai.

Dekorasi itu rupanya menjadi bagian dari daya tarik kedai Sinih Kopi untuk berfoto.

Tak hanya itu, ada banyak spot foto yang ditawarkan oleh Sinih Kopi.

Mulai dari anak tangga hingga tempat duduk yang ada di sana bisa dijadikan sebagai tempat berfoto.

Lokasi ini pun cocok untuk nongkrong bersama teman dan keluarga bahkan pasangan.

Sebab, Sinih Kopi menyediakan ruang terbuka yang bisa menampung hingga 60 pengunjung.

Terlebih, pengunjung akan disuguhi dengan panorama Gunung Tangkuban Perahu.

Pemilik kedai kopi Sinih Kopi, Keukeu Affanti bercerita mulanya kedainya dibuka Oktober 2019 lalu.

Namun lantaran pandemi, kedai kopi itu sempat mengalami naik turun bahkan sampai harus tutup pada Maret 2020.

Akan tetapi, kini Sinih Kopi sudah kembali beroperasional sejak Agustus 2020.

"Konsep tempatnya memang Santorini vibes dan ingin memberikan pengalaman pemandangan yang indah," kata Keukeu dikutip dari Tribun Jabar, Kamis (7/10/2021).

Di Sinih Kopi, pengunjung bisa menikmati beragam varian kopi bernama unik, misalnya Jon Puccino dan Kopi Colek.

Sementara untuk makanan, mereka menyajikan menu bala-bala, brokoli crispy, mantau beef teriyaki, dan makanan berat lain.

Tak perlu khawatir soal harga, karena harga yang ditawarkan pun masih terjangkau.

Hanya membutuhkan biaya sebesar Rp15.000-Rp35.000, pengunjung akan bisa menikmati sajian hidangan mereka.

Satu di antara tempat wisata di Bandung ini buka setiap Selasa-Minggu pukul 13.00-21.00 WIB.

Selain itu, nikmati pula destinasi wisata Kota Kembang lain yang punya sensasi berada di luar negeri.

Namanya Nagoya Coffee. Tempat kuliner Bandung ini menyajikan suasana serasa di Jepang.

Terletak di jalan utama Pangelangan, Nagoya Coffe mudah diakses para pengunjung termasuk dari luar kota.

Bahkan tak jarang kedai kopi ini penuh dan membuat pengunjung mengantri untuk menikmati kopinya.

Hal yang membuat kedai ini menarik adalah interior Nagoya Cofee sebagai kedai kopi bernuansa Jepang di Bandung.

Dengan dekorasi kayu, lantai dari kayu, tempat duduk lesehan dengan meja pendek khas Jepang membuat pengunjung lebih leluasa dan nyaman menikmati kopi yang disajikan.

Tak hanya kopi dengan cita rasa Jepang, Nagoya Coffe juga menghadirkan kopi asli dari Pangalengan.

Melansir dari Tribunjabar.id, pemilik sekaligus barista Nagoya Coffe ini ternyata pernah tinggal di Jepang selama tiga tahun.

Tison (34) pemilik Nagoya Coffe mengatakan mendapat inspirasi dari tempatnya bekerja di Jepang.

"Dulu saya kerja di Jepang, tapi tidak berkaitan dengan kopi. Saya kerja di pabrik kaca mobil," ujar Tison.

Ia juga menceritakan pengalamannya saat bekerja di pabrik dengan tingkat kedisiplinan yang ketat.

"Bahkan jika telat satu menit saja, nantinya potongan gajihnya diitung telat satu jam. Makanya saya saat itu, sangat gak mau telat," lanjut Tison.

Tison juga mengatakan saat berada di Jepang ia langsung bisa beradaptasi dengan makanan di Jepang.

"Mulai dari makanan saat tiba di Jepang, kan teman-teman mengeluh gak enak karena tak terbiasa. Saya mah langsung aja lahap, makan aja bagaimanapun rasanya," lanjutnya.

Hal itu ia lakukan mengingat waktu yang akan ia jalani di Jepang terbilang cukup lama.

Ia juga mulai menerapkan kebiasaan mengenai tingkat kedisiplinan, harus cekatan dan bersih dalam bekerja.

Tak hanya bekerja, Tison juga menyadari bahwa ia menjadi disiplin dalam kehidupan sehari-hari.

Di Jepang Tison mulai mencoba macam-macam kopi yang ia nikmati sebelum dan sesudah bekerja.

Awalnya ia hanya menikmati kopi dari mesin, namun ia mulai penasaran dengan cita rasa kopi di kedai.

Mulai dari situlah Tison mulai menikmati kopi yang ada di kedai-kedai di Jepang.

"Alhamdulillah ada barista yang humbel, enak diajak ngobrol gitu. Di sana sedikit-sedikit belajar, dari barista di kedai yang ia kunjungi," cerita Tison.

Saat tengah berdiskusi dengan teman-temannya, Tison akhirnya terpikirkan untuk memiliki kedai kopi sendiri.

Apalagi mengingat Pangalengan memiliki potensi kopi.

"Saya nyicil beli alat-alat untuk kopi dan biji kopinya, akhirnya saya ngopi buat sendiri. Tapi tetap, mungkin seminggu sekali ngopi di kedai, sambil mengamati suasana kedai dan bertanya, sedikit-sedikit belajar dari baristanya," lanjut Tison.

Ia juga kerap membuatkan teman-temannya kopi gratis.

Namun karena teman-temannya suka dengan kopi buatan Tison, ia pun langsung bertekat untuk membuka kedai kopi.

"Nah pas 2019 saya buat kedai, awalnya di depan rumah, lalu nyambung ke ruang tamu, lalu di bangun seperti ini," ujar dia.

Tison mengaku setelah pulang dari Jepang, ia sempat ditawari bekerja di perusahaan Jepang yang ada di Indonesia.

Namun ia menolaknya dan lebih memilih untuk membuka usaha sendiri dengan memanfaatkan potensi yang ada di daerah asalnya.

Menurutnya berkat bekerja di Jepang ia menjadi orang yang lebih cekatan dalam bekerja.

Hal itulah yang membuat dia fokus menjalani bisnis kopi miliknya.

"Konsisten tidak terburu-buru buka cabang, paling buka satu cabang jadi dua. Sehingga kualitasnya tetap terjaga," katanya.

Ia juga menjelaskan mengenai konsep dari kedai kopi miliknya.

"Ini dibangun dengan ornamen kayu, bukan hanya sekedar bernuansa Jepang juga, tapi untuk kenyamanan pengunjung. Di Pangalengan kan udaranya dingin, maka saya buat lantainya dari kayu begitu juga dindingnya, jadi lebih hangat," jelas Tison.

Selain itu Tison juga mengatakan mengenai karakter bos Jepang tempat ia bekerja yang tak sungkan untuk mengerjakan pekerjaan para pekerja.

Baca juga: Tempat Wisata di Bandung, Kafe Unik Berkonsep Tropical Bohemian Ala Ruang Santap

Hal itulah yang ditiru oleh Tison saat ini yang tak segan ikut melayani pengunjung yang datang ke tempat wisata di Bandung miliknya. ( Tribunlampung.co.id / Virginia Swastika )

Sumber: Tribun Lampung
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved