Lawan Covid19

Hati-hati Dalam Membaca Judul Berita Menjadi Satu di Antara Cara Identifikasi Berita Hoaks

Hati-hati membaca judul berita menjadi satu di antara cara identifikasi berita hoaks.

Kolase Tribunnews.com/Sinode GKJ
Ilustrasi hoaks. Hati-hati membaca judul berita menjadi satu di antara cara identifikasi berita hoaks. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, JAKARTA - Hati-hati membaca judul berita menjadi satu di antara cara identifikasi berita hoaks.

Hal tersebut disampaikan Juru Bicara Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kemenkominfo), Dedy Permadi .

Dedy memastikan pemerintah terus berupaya meminimalisir dan melawan penyebaran hoaks terutama terkait pandemi Covid-19.

Kementerian Kominfo, kata Dedy, menyampaikan kepada seluruh masyarakat bagaimana cara mengidentifikasi suatu berita atau kabar itu adalah hoaks atau bukan.

Hal itu disampaikan Dedy saat siaran pers Menolak Hoaks Covid-19 yang disiarkan kanal YouTube Kemkominfo TV, Kamis (4/11/2021).

"Pertama, berhati-hati jika membaca judul berita yang provokatif dan clickbait atau mendorong kita untuk membukanya jadi harus dicurigai dulu dari judulnya. Jika judulnya meragukan jangan disebarluaskan," kata Dedy.

Kedua, kata Dedy, cermati alamat situs yang menjadi sumber pemberitaan terkadang banyak situs-situs berita palsu atau tidak jelas yang memuat hoaks.

Sehingga lebih baik kita membaca berita dari situs berita yang kredibel dan terpercaya.

"Ketiga memeriksa sumber pernyataan cek lagi siapa yang memberikan statement atau pernyataan. Apakah orang dari pemerintahan lembaga kredibel para ahli atau bukan," ucap Dedy.

Kemudian, keempat, mengikuti pemberitaan dan media sosial institusi resmi dan kredibel bisa milik pemerintah atau kantor berita atau para ahli yang tentu bisa dipercaya oleh masyarakat.

Kelima mendiskreditkan gambar, foto dan video untuk diperiksa lagi melalui mesin pencari.

"Biasanya akan terlihat tifikasi dari mana asal gambar atau video tersebut," tambahnya.

Dedy pun mengingatkan bahwa media sosial menjadi sarana penyebaran hoaks yang sangat masif.

Saat ini, media sosial juga memerangi penyebaran hoaks atau media sosial pada umumnya sudah menyediakan fitur report atau laporan.

"Masyarakat juga bisa mengadukan konten yang melanggar atau berisi hoax ke situs www.aduankonten.id atau mengirimkan email ke aduankonten@kominfo.go.id," jelasnya.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com

Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved