Breaking News:

Tulangbawang Barat

Kasus Perceraian di Tulangbawang Barat Meningkat, Perlu Edukasi Sebelum Menikah

Pemerhati sosial dan kebijakan publik Tubaba Sodri Helmi mengutarakan, untuk mencegah terjadinya perceraian, mesti ada edukasi sejak awal kepada para

Shutterstock/Kompas.com
Ilustrasi - Pemerhati sosial dan kebijakan publik Tubaba Sodri Helmi mengutarakan, untuk mencegah terjadinya perceraian, mesti ada edukasi sejak awal kepada para generasi muda. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, TULANGBAWANG BARAT - Meningkatnya angka perceraian di Kabupaten Tulangbawang Barat harus disikapi serius oleh semua pihak.

Pemerhati sosial dan kebijakan publik Tubaba Sodri Helmi mengutarakan, untuk mencegah terjadinya perceraian, mesti ada edukasi sejak awal kepada para generasi muda.

Sodri menuturkan, sebelum terjadinya pernikahan, kedua belah pihak yang akan melangsungkan pernikahan harus tahu betul apa itu makna pernikahan sesuai Undang-undang Nomor 1 Tahun 1974 maupun sesuai ajaran agama.

Menurut dia, faktor ekonomi dan kekerasan rumah tangga hanyalah alasan untuk bercerai.

Baca juga: Kenang Mirdad Tak Hadir dalam Sidang Perdana Perceraian, Ada Apa?

"Mereka harus tahu dulu apa itu tujuan menikah. Perceraian tidak akan terjadi kalau kedua belah pihak menjaga komitmen dan keharmonisannya sesuai UU No 1 Tahun 74 tentang perkawainan," terang Sodri Helmi, Kamis (4/11/2021).

"Tujuan perkawinan itu salah satunya untuk menjalankan sunah rasul, memperoleh keturunan," tuturnya.

Sodri menuturkan, dari sudut pandang lain tujuan perkawinan dari konsep hukum positif adalah untuk menciptakan keluarga yang damai dan sejahtera.

"Jadi alasan ekonomi dan kekerasan dalam rumah tangga itu alasan klasik. Jadi bagi kawula muda sebelum melakukan pernikahan harus paham dulu apa itu tujuan perkawinan," katanya.

Dalam hukum positif maupun norma agama, ada beberapa pengecualian yang dibenarkan terjadinya suatu perceraian.

"Misalnya ada kelainan-kelainam pada saat rumah tangga itu terjadi. Kemudian ada penyimpangan seksual maupun mental sehingga salah satu pihak tidak mampu lagi bertahan," imbuhnya.

"Kalau KDRT kan ada UU pidana, bisa dilaporkan. Jadi nggak mesti harus menggugat cerai," sambungnya.

Sebelum terjadinya pernikahan, dia menyarankan kedua belah pihak yang menjalin hubungan untuk mengenali terlebih dahulu satu sama lain.

"Kemudian mengenali latar belakang masing-masing, dan yang lebih penting harus memaknai tugas dan fungsi dalam rumah tangga," tandasnya.

( Tribunlampung.co.id / Endra Zulkarnain )

Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved