Breaking News:

Tanggamus

Nestle Indonesia Beri Penghargaan Kepada Petani Kopi Tanggamus Lampung

Nestlé Indonesia memberikan apresiasi dan penghargaan kepada para petani kopi Tanggamus Lampung atas upaya peningkatan dan prodiktivitas kopi Lampung.

Penulis: kiki adipratama | Editor: Hanif Mustafa
Tribunlampung.co.id / Kiki Adipratama
Nestlé Indonesia memberikan apresiasi dan penghargaan kepada para petani kopi Tanggamus Lampung. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, TANGGAMUS - Nestlé Indonesia memberikan apresiasi dan penghargaan kepada para petani kopi Tanggamus Lampung.

Pemberian penghargaan tersebut dilakukan dalam acara 50 Tahun Nestle Indonesia Kemitraan Untuk Perkebunan Kopi Berkelanjutan di Edu Farm, Talang Padang, Tanggamus, Kamis (4/11/2021).

Penghargaan berupa mesin pemotong rumput dan hewan kambing, yang  masing-masing diberikan kepada 15 perwakilan kelompok petani kopi yang telah bermitra dan menghadirkan bahan baku berkualitas untuk memenuhi kebutuhan produksi Nestlé di Indonesia dan global. 

Pemberian penghargaan itu secara simbolis diberikan oleh Gubernur Provinsi Lampung Ir. H. Arinal Djunaidi didampingi Bupati Tanggamus Hj. Dewi Handajani, SE., MM, dan Technical Director Nestlé Indonesia, Jean-Luc DeVuyst.

Jean-Luc DeVuyst mengatakan Sejak 1994, Nestlé telah bermitra dengan petani kopi lokal di Lampung untuk mendukung produksi kopi yang bertanggung jawab dan memastikan keberlanjutan lingkungan serta petani kopi di masa depan. 

Baca juga: PT Nestle Indonesia Melakukan Vaksin Covid-19 terhadap Ratusan Karyawannya, Termasuk di Lampung

Kemitraan ini  diwujudkan melalui tim AgriService, dimana Nestlé Indonesia memberikan pendampingan dan pelatihan, sejalan dengan misi jangka panjang Nestlé untuk mendukung dan mempercepat transisi ke pangan regeneratif, yang bertujuan untuk melindungi dan memulihkan lingkungan untuk generasi mendatang. 

"Saat ini, tim AgriService Nestlé telah bekerja sama dengan 20.000 petani kopi di Tanggamus dan Lampung Barat, dengan memberikan pelatihan tentang praktik pertanian yang baik dan berkelanjutan untuk mengoptimalkan produktivitas dan meningkatkan kualitas biji kopi," kata Jean-Luc DeVuyst.

Dia menuturkan, Selama 50 tahun Netsle selalu berpegang teguh pada komitmen untuk berinvestasi di Indonesia.

Itu dilakukan dengan fokus untuk menciptakan lebih banyak lapangan kerja dengan menggunakan sebanyak mungkin bahan baku setempat.

"Termasuk biji kopi, dan menghasilkan produk makanan dan minuman berkualitas dan bergizi yang aman dan lezat bagi konsumen, serta berkontribusi pada pembangunan ekonomi Indonesia," kata Jean-Luc.

Baca juga: Gubernur Arinal Minta Nestle Terus Tingkatkan Produktivitas Kopi Lampung

Dia mengaku hingga saat ini, Nestle Indonesua melakukan pembelian bahan baku biji kopi sebanyak lebih dari 50.000 ton per tahun atau setara dengan USD 80 juta pertahun.

"Kemitraan ini merupakan wujud nyata keyakinan kami bahwa untuk mencapai sukses jangka panjang, masyarakat sekitar di mana kami beroperasi juga harus sejahtera. Oleh karena itu, kami ingin memberikan  apresiasi yang sebesar-besarnya kepada seluruh mitra petani kopi di Lampung,”  ujar Jean-Luc. 

Selain itu, Tim AgriService Nestlé juga mendorong petani untuk menjaga lingkungan, melalui penanaman 1 juta pohon di sekitar perkebunan kopi di Lampung, serta menerapkan metode tumpang sari, pertanian terpadu dan konservasi daerah aliran sungai, sebagai model praktik pertanian regeneratif untuk mencapai target Net Zero Nestlé.

Dia menuturkan, bermitra dengan GIZ, Nestlé memberikan pendampingan kepada para petani kopi untuk belajar mengelola kebun kopinya sebagai suatu bisnis dan melakukan perkebunan kopi tumpang sari guna membantu petani meningkatkan pendapatannya. 

"Sebanyak 55 kebun percontohan milik petani telah berhasil dibangun bersama para petani dan memberikan hasil yang menggembirakan," kata Jean-Luc DeVuyst. ( Tribunlampung.co.id / Kiki Adipratama )

Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved