Breaking News:

Tulangbawsang Barat

Satlantas Polres Tubaba akan Gelar Perkara Lakalantas yang Renggut Nyawa Bayi 10 Bulan.

Satlantas Polres Tulangbawang Barat (Tubaba) akan melakukan gelar perkara peristiwa kecelakaan lalulintas (lakalantas) yang merenggut korban jiwa bayi

Penulis: Endra Zulkarnain | Editor: soni
Tribunlampung.co.id / Joviter
Ilustrasi 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, TULANGBAWANG BARAT - Satlantas Polres Tulangbawang Barat (Tubaba) akan melakukan gelar perkara peristiwa kecelakaan lalulintas (lakalantas) yang merenggut korban jiwa bayi 10 bulan.

Gelar perkara rencananya akan dilaksanakan, Senin (08/1).

Kasat Lantas Polres Tubaba, Iptu, Suarjono Suryaningrat, mengatakan, gelar perkara untuk menyimpulkan peningkatan status penyidikan kasus lakalantas itu.

Gelar perkara dilakukan karena berdasarkan reka ulang kejadian yang dilakukan di lokasi kejadian pada Sabtu (06/11) kemarin belum menemukan titik simpul.

Baca juga: Polresta Bandar Lampung Mulai Gelar Perkara Dugaan Penganiayaan Perawat Puskesmas Kedaton

”Kami sudah melakukan reka ulang kejadian. Keterangan kedua belah pihak berikut saksi sebelumnya tidak sesuai dan mis komunikasi saat penyampaian keterangan di Polres," kata Suarjono, Sabtu kemarin.

Pada gelar perkara itu, Satlantas Polres Tubaba akan memanggil mendengar  kembali keterangan para saksi.

"Ini supaya bisa diputuskan kesimpulan dari lakalantas tersebut. Apakah terus diproses sesuai aturan hukum, atau mungkin ada upaya perdamaian,” papar mantan Kanit Turjawali Satlantas Polres Tulangbawang ini.

Diketahui, seorang bayi bernama Aldafi Anggara berumur 10 bulan meninggal dunia usai mengalami kejadian lakalantas, Rabu (27/10) lalu.

Lakalantas ini melibatkan satu unit motor matic dan Mobil Pick-Up, di depan Pertashop Tiyuh Kartaraharja, Kecamatan Tulangbawang Udik, Kabupaten Tubaba.

Aldafi bersama Ibu dan neneknya saat itu menaiki motor matic dari arah Pasar Dayamurni, Kecamatan Tumijajar menuju ke arah rumah di Tiyuh Karta Tanjung selamat, Kecamatan Tulangbawang Udik.

Berdasarkan keterangan ibu korban, setibanya mereka bertiga di depan Pertashop Tiyuh Kartaraharja, ada satu unit mobil Grand Max bermuatan kayu mendadak melaju menyeberang menutup jalan.

Seketika itu motor langsung berusaha menghindar muatan kayu yang menjulur keluar dari bak mobil. 

Akibatnya, motor yang dikemukakan ibu korban menabrak bak samping mobil tersebut kemudian terjatuh.

Saat itu, Aldafi yang ikut terjatuh langsung pingsan tidak sadarkan diri.

Setelah beberapa hari dirawat di rumah sakit di Kota Metro, akhir nyawanya tak terselamatkan. ( Tribunlampung.co.id / Endra Zulkarnain )
 

Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved