Breaking News:

Universitas Lampung

Jadi Narasumber Webinar UPR, Rektor Universitas Lampung Bahas Pentingnya Nilai-Nilai Kepahlawanan

Webinar nasional dalam rangka memperingati Dies Natalis ke-58 Universitas Palangka Raya (UPR) ini digelar bertepatan dengan peringatan Hari Pahlawan,

ist
Webinar nasional dalam rangka memperingati Dies Natalis ke-58 Universitas Palangka Raya (UPR) ini digelar bertepatan dengan peringatan Hari Pahlawan, serta merupakan bagian kegiatan Forum Rektor Penguat Karakter Bangsa (FRPKB). 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Webinar nasional dalam rangka memperingati Dies Natalis ke-58 Universitas Palangka Raya (UPR) ini digelar bertepatan dengan peringatan Hari Pahlawan, serta merupakan bagian kegiatan Forum Rektor Penguat Karakter Bangsa (FRPKB).

Hadir sebagai keynote speaker pada acara tersebut Rektor Unila Prof. Dr. Karomani, M.Si., mengawali pemaparan materi dengan mengulas berbagai tantangan yang dihadapi baik tingkat global maupun nasional.

Tantangan global yang dihadapi di antaranya demografi dunia, urbanisasi global, perdagangan internasional, persaingan sumber daya alam, perubahan iklim, kemajuan teknologi, dan lain-lain

Sedangkan tantangan nasional di antaranya demokratisasi dan transformasi sosial, kesenjangan kemiskinan, pemenuhan kesetaraan, capaian pendidikan, hingga ketergantungan pada pihak luar.

“Hanya nilai-nilai kepahlawanan yang bisa mengatasi tantangan itu,” tegasnya disaksikan hampir 500 peserta webinar via Zoom dan Youtube.

Pentingngya membangun nilai-nilai kepahlawanan pada diri anak muda juga dibuktikan dengan hasil Indeks Kerapuhan Negara (Fragile State Index) 2021 Indonesia, yang berada dalam kategori sangat mengkhawatirkan, yakni Warning (Bahaya). Selain itu ditambah lagi dengan karakteristik generasi X, Y, dan milenial di Indonesia saat ini.

Menurut orang nomor satu di Unila ini, jika nilai-nilai itu tidak ada pada anak muda dan jika semua pihak tidak memberi kontribusi upaya membangun nilai tersebut, maka Indonesia akan runtuh.

Atas tantangan-tantangan yang dihadapi tersebut, pihak perguruan tinggi harus segera menyadari bahwa kurikulum pembelajaran terkait nilai-nilai kepahlawanan harus ditinjau kembali saat ini. Karena sejauh ini pembelajaran lebih mengedepankan pengetahuan dibandingkan sikap.

“Aspek knowledge lebih menonjol ketimbang aspek sikap. Untuk itu kurikulum harus segera berbenah, utamanya untuk mata kuliah seperti Pancasila atau agama. Harus penuh dengan role model di situ, karena karakter nilai-nilai kepahlawanan tidak bisa diajarkan tetapi harus dicontohkan, harus diteladankan,” kata pria yang akrab disapa Aom ini.

Selanjutnya, perguruan tinggi juga melakukan pembinaan kelembagaan dan aktivitas organisasi kemahasiswaan agar sesuai dengan visi misi berbangsa dan bernegara, serta pembinaan wawasan kebangsaan untuk karir dosen dan tenaga kependidikan seperti contohnya penyelenggaraan webinar yang membahas nilai-nilai kepahlawanan, Pancasila, dan lain-lain.

Webinar nasional yang dibuka resmi Rektor UPR Dr. Andrie Elia, S.E., M.Si., ini turut menghadirkan dua narasumber yakni Prof. Dr. Karim Suryadi, M.Si., dari Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), dan Prof. Dr. Eddy Lion, M.Pd., dari Universitas Palangka Raya.(*)

Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved