Breaking News:

Lampung Tengah

Tokoh Muda Lamteng Ajak Pemuda Petik Pelajaran dari Hipni, Sosok Pejuang Asal Lampung

Memperingatan Hari Pahlawan, salah satu tokoh pemuda Lampung Tengah, ajak masyarakat kenang perjuangan Hifni, tokoh pejuang kemerdekaan asal Lampung

Penulis: syamsiralam | Editor: Reny Fitriani
Tribunlampung.co.id/Syamsir
Rosim Nyerupa, salah seorang tokoh pemuda Lamteng. Tokoh Muda Lamteng Ajak Pemuda Petik Pelajaran dari Hipni, Sosok Pejuang Asal Lampung 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, LAMPUNGTENGAH - Memperingatan Hari Pahlawan, salah satu tokoh pemuda Lampung Tengah, ajak masyarakat kenang perjuangan Hifni, tokoh pejuang kemerdekaan asal Provinsi Lampung.

Rosim Nyerupa, penggiat sosial dan budaya berdasarkan, Hifni adalah sosok pejuang asal Lampung yang perannya sangat besar dalam proses perjuangan dan kemerdekaan Indonesia, khususnya di wilayah Sumatera Bagian selatan.

Untuk itu Rosim mengajak pemuda dapat menggali dan mengambil pelajaran dari sosok Hifni yang dilahirkan di Desa Sukadana Ilir, Kecamatan Sungkai Selatan, Kabupaten Lampung Utara, 1 Januari 1901.

"Sosok Hifni merupakan pejuang (kemerdekaan) asal Lampung yang terdaftar sebagai anggota perintis Kemerdekaan Republik Indonesia sesuai dengan Surat Keputusan No. Pol 31/PK/61 tanggal 22 Juli 1961," kata Rosim Nyerupa, Kamis (11/11/2021).

Rosim menceritakan, Hifni kecil menghabiskan masa kecilnya di kampung halamannya di Sungkai Selatan, Lampung Utara, Menempuh pendidikan S.R.V, Sekolah Rakyat pada masa kolonial, kemudian Hipni melanjutkan pendidikan di Darul Ulum, sekolah agama di Desa Negara Tulang Bawang, kemudian juga mondok di Pondok Pesantren milik KH Gholib di Pringsewu.

"Debutnya di dunia politik sejak usia 17 tahun, tahun 1930-1933 Hipni pernah mengikuti kursus pimpinan politik yang diselenggarakan oleh Syarekat Islam milik HOS Tjokroaminoto. Selama kurang lebih tiga tahun mengikuti pendidikan politik dari pemimpin Syarikat Islam, Hipni banyak berinteraksi dengan tokoh bangsa saat seperti H Agus Salim dan Soerjopranoto," bebernya.

Selanjutnya, Hifni memainkan peranan penting dalam perjuangan merintis kemerdekaan dari wilayah Sumatera bagian selatan.

Sepulang mengikuti pendidikan di Jawa, Hipni mulai bergerilya untuk memberikan perlawanan terhadap Belanda agar pemerintah kolonial melihat bahwa gejolak perlawanan itu sudah menyala di berbagai daerah termasuk di Bumi Lampung sendiri.

"Salah satu momen heroik Hipni pada saat melakukan perlawanan terhadap Belanda yakni terjadinya peristiwa pemutusan jembatan penghubung jalan transportasi dengan memasang granat di jembatan Pal Putih di Batu Raja sehingga belanda terhambat masuk ke daerah Palembang," jelasnya.

Gerakan perlawanan itu kata Rosim, dilakukan atas inisiatif Hipni yang menggerakkan rakyat pasca mendapatkan informasi belanda akan masuk kembali ke wilayah Sumatera Selatan. 

Baca juga: Pemkab Lampung Tengah Kucurkan Rp 66 M untuk Perbaikan Jalan Terbanggi Besar-Seputih Agung

Halaman
123
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved