Breaking News:

Pedagang dan Pembeli di Pasar Inpres Kalianda Tidak Pakai Masker

Pedagang dan pembeli tidak menggunakan masker di Pasar Inpres, Kecamatan Kalianda, Kabupaten Lampung Selatan, Jumat (12/11/2021).

Penulis: Dominius Desmantri Barus | Editor: taryono
Tribun Lampung / Dominius Desmantri Barus
Pedagang dan pembeli tidak menggunakan masker di Pasar Inpres, Kecamatan Kalianda, Kabupaten Lampung Selatan, Jumat (12/11/2021). 

Laporan Reporter Tribunlampung.co.id/ Dominius Desmantri Barus

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, LAMPUNG SELATAN - Puluhan pedagang dan pembeli tidak menggunakan masker di Pasar Inpres, Kecamatan Kalianda, Kabupaten Lampung Selatan, Jumat (12/11/2021).

Dari pantauan di lokasi, banyak pedagang maupun pembeli yang tidak menggunakan masker.

Ada juga pedagang dan pembeli yang membawa masker, namun maskernya hanyak digantungkan di leher.

Bahkan ada sejumlah pedagang yang berkerumun mengobrol.

Ironisnya lagi, ada anak SMP yang membawa motor, memboncengi ibu serta adiknya. Namun satu keluarga tersebut tidak menggunakan masker.

Saat diwawancarai Riski mengatakan sepulang dari sekolah ia diminta untuk mengantarkan ibunya ke pasar.

"Abis pulang sekolah. Tadi ibu nyuruh anterin ke pasar. Soalnya ayah lagi kerja," katanya.

Saat ditanyai kenapa tidak menggunakan masker, ia mengaku tidak memiliki masker.

Lalu ibunya bernama Ratu mengatakan dirinya buru-buru ke pasar, jadi lupa membawa masker.

"Tadi buru-buru berangkat ke pasarnya, soalnya tadi berangkatnya udah kesiangan. Mau beli ikan, takutnya ikannya udah habis," katanya.

Ketika ditanya kenapa anaknya yang masih SMP yang mengantarnya ke pasar, ia mengaku tidak ada yang mengantar dirinya ke pasar.

"Tadi di rumah tinggal anak saya, suami saya lagi kerja. Jadi terpaksa dia yang mengantar. Karena di rumah tidak ada yang menjaga anak saya yang kecil, terpaksa saya bawa ke pasar juga," jelasnya.

Pedagang sembako pasar bernama Tri mengatakan dirinya membawa masker, tetapi tidak dipakai karena tidak tahan.

"Saya membawa masker tapi nggak saya pakai, soalnya engap (panas) mas. Ini kan maskernya saya gantungin di leher. Kalau lagi ngelayanin pembeli maskernya saya pakai kok," katanya.

Hal yang sama diungkapkan Agus pedagang ikan, ia juga tidak tahan kalau memakai masker terlalu lama.

"Kalau dipakai terlalu lama panas mas. Sesekali masih saya gunakan, makanya maskernya saya gantungin di leher," jelasnya.

Sedangkan pemerintah kabupaten melalui Sekretaris Satgas Covid-19 Kabupaten Lampung Selatan Badruzzaman pihaknya telah mengimbau kepada masyarakat untuk tidak abai prokes, walau Lampung Selatan masuk ke dalan PPKM level 2 dan zona kuning penyebaran Covid-19.

"Kami juga meminta kesadaran masyarakat untuk selalu memakai masker, terutama ditempat-tempat umum dan keramaian. Dan juga menjaga jarak saat di tempat umum. Jangan kendor prokes, walau posisi kita sudah di PPKM level 2. Kalau bisa kita turun level. Syukur bisa masuk zona hijau Covid-19," pungkasnya.

(Tribunlampung.co.id/ Dominius Desmantri Barus

Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved