Breaking News:

Kesehatan

Halo Dokter, Apa Itu Akalasia dan Cara Pencegahan Akalasia

Berikut ini penjelasan tentang apa itu akalasia. Meski tergolong langka, akalasia tetap menjadi penyakit yang dapat diturunkan.

Editor: Hanif Mustafa
Kompas.com
Ilustrasi. Halo Dokter, penjelasan tentang apa itu akalasia. 

9. Muntah.

Komplikasi akalasia

Apabila tidak ditangani dengan baik, akalasia dapat menyebabkan komplikasi, seperti:

1. Pneumonia aspirasi karena makanan atau minuman naik kembali ke kerongkongan dan masuk ke paru-paru.

2. Perforasi esofagus, yakni dinding kerongkongan robek.

3. Kanker kerongkongan (esofagus).

Pengobatan akalasia

Terdapat dua metode pengobatan akalasia yang bisa dilakukan, yakni nonbedah dan bedah.

1. Nonbedah

Berikut beberapa prosedur nonbedah yang bisa dilakukan:

a. Pneumatic dilation, dengan memasukkan balon khusus ke bagian tengah sfingter esofagus guna melebarkan kerongkongan.

b. Suntik botulinum toxin (botox) agar sfingter esofagus tidak kaku.

Sayangnya, suntikan ini hanya efektif maksimal selama enam bulan.

c. Pemberian obat pelemas otot

Bila penderita akalasia tidak dapat menjalani pneumatic dilation, operasi, dan suntik botox, dokter akan memberikan obat pelemas otot.

2. Bedah

Beberapa prosedur bedah yang dapat dilakukan untuk mengatasi akalasia, antara lain:

a. Heller myotomy, memotong otot LES menggunakan teknik laparoskopi agar makanan dapat lebih mudah masuk ke lambung.

b. Fundoplication, dengan membungkus bagian bawah kerongkongan dengan bagian atas lambung untuk mencegah asam lambung naik kembali ke kerongkongan.

c. Peroral endoscopic myotomy (POEM), yakni memotong otot LES langsung melalui bagian dalam mulut menggunakan endoskopi.

Pencegahan akalasia

Laman Cedars-Sinal menyebutkan tidak ada cara efektif dalam mencegah akalasia.

Hal tersebut disebabkan karena belum diketahui dengan pasti penyebab akalasia.

Namun beberapa langkah ini dapat dilakukan agar tidak memperburuk gejala akalasia, antara lain:

a. Tidak merokok.

b. Hindari makanan dan minuman yang menyebabkan nyeri ulu hati.

c. Banyak minum air saat sedang makan.

d. Lebih sering makan dengan porsi kecil.

e. Hindari makan di malam hari.

Baca juga: Halo Dokter, Apa Itu Gastritis dan Seperti apa Gejalanya Bagi yang Mengalami

f. Letakkan bantal untuk menyangga kepala agar asam lambung tidak naik ke kerongkongan saat terlelap. ( Tribunlampung.co.id / Virginia Swastika )

Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved