Apa Itu

Apa Itu Gerhana Bulan dan Jenisnya

Satu di antara peristiwa langit adalah gerhana bulan. Namun, apa itu gerhana bulan? Berikut penjelasan selengkapnya.

Penulis: Virginia Swastika | Editor: Kiki Novilia
Pixabay/Pexels
Ilustrasi bulan. Apa Itu Gerhana Bulan dan Jenisnya 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Satu di antara fenomena langit yang beberapa kali terjadi adalah gerhana bulan. Lalu, apa itu gerhana bulan?

Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) gerhana bulan adalah cahaya bulan tidak sampai ke Bumi karena titik pusat geometri bulan, Bumi, dan matahari terletak pada satu garis dan Bumi berada di tengahnya.

Sedangkan menurut situs Direktorat Sekolah Dasar Kemendikbud RI, gerhana bulan adalah fenomena alam yang terjadi saat sebagian atau keseluruhan penampang bulan tertutup oleh bayangan Bumi.

Pembahasan mengenai fenomena ini sudah cukup sering dibahas saat berada di sekolah.

Biasanya, peristiwa langit tersebut terjadi pada malam hari.

Baca juga: Apa Itu Gerhana Bulan, Fenomena Alam yang Terjadi Setiap Tahun

Terdapat dua jenis gerhana bulan, di antaranya:

1. Gerhana bulan total

Gerhana bulan total terjadi ketika bulan dan matahari persis berada di antara Bumi.

Namun bulan hanya jadi bayangan Bumi, sementara sebagian sinar matahari sampai ke bulan melalui atmosfer Bumi. 

Atmosfer Bumi itu kemudian menyaring sebagian sinar biru dan menyebabkan bulan berwarna merah jika dilihat dari Bumi.

Baca juga: Apa Itu Gerhana Matahari, Berikut 4 Jenis Gerhana Matahari

2. Gerhana bulan sebagian

Gerhana bulan sebagian terjadi ketika hanya sebagian bulan yang berada di bayangan Bumi.

Saat fenomena ini terjadi, bayangan Bumi akan tampak sangat gelap di permukaan bulan yang menghadap Bumi.

Kenampakan alam yang terlihat dari Bumi ketika gerhana bulan sebagian sangat bergantung pada posisi matahari, Bumi, dan bulan.

Umumnya, gerhana bulan bisa ditemukan setidaknya dua kali setahun dan hanya bertahan dalam beberapa jam. 

Namun, untuk jenis gerhana bulan total cukup jarang terjadi.

Selain gerhana bulan, ada pula fenomena langit lainnya yakni gerhana matahari.

Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) menyebutkan gerhana matahari adalah saat bulan terletak di tengah-tengah jarak antara bumi dan matahari sehingga bayangn bulan jatuh ke permukan bumi.

Sementara pengertian gerhana matahari bila dilihat dari buku Bumi yang Dinamis (2019) disebutkan bahwa fenomena itu terbentuk akibat bulan yang menutupi sebagian atau seluruh cahaya matahari.

Meskipun ukuran bulan lebih kecil bila dibandingkan dengan matahari, tetapi posisinya bisa menutupi matahari dari Bumi.

Sebab, jarak bulan dengan Bumi jauh lebih dekat daripada Bumi dengan matahari.

Saat posisi Bumi, bulan, dan matahari berada dalam satu garis sejajar, maka bayangan bulan akan jatuh di Bumi dan berakhir menutupi matahari.

Alhasil, wilayah tertentu di belahan Bumi tidak mendapatkan cahaya matahari dan langit berubah gelap.

Namun di wilayah lainnya, matahari masih terlihat dari permukaan Bumi.

4 jenis gerhana matahari

Fenomena gerhana matahari ini ternyata memiliki beberapa jenis.

Masing-masing gerhana pun akan memiliki perbedaan antara satu dan lainnya.

1. Gerhana matahari total

Jenis gerhana ini termasuk fenomena alam yang jarang terjadi hingga menjadikannya sebagai suatu hal yang spesial ketika muncul.

Saat terjadi, gerhana matahari akan mengalami puncak dan cahaya matahari akan terhalang serta tertutup seluruhnya.

Diameter matahari ketika fenomena langit ini terjadi akan berada pada ukuran 864 ribu mil dan 400 kali lebih besar dari Bulan yang hanya berukuran sekitar 2.160 mil.

Namun, posisi bulan yang dekat dengan Bumi, tepatnya sekitar 400 kali akan mengakibatkan perpotongan orbit dengan jarak yang sejajar.

Fenomena gerhana matahari total ini bergantung pada jarak antara tiga objek., yaitu Bumi, matahari, dan bulan.

Ketika matahari berada paling dekat dengan Bumi dan bulan berada dalam jarak terjauh, maka kenampakan bulan akan terlihat lebih kecil daripada matahari.

Meskipun jenis gerhana matahari ini tergolong fenomena langka, umumnya gerhana matahari total bisa ditemukan sekitar satu hingga dua tahun sekali di wilayah belahan Bumi.

2. Gerhana matahari cincin

Ragam gerhana matahari cincin ini merupakan fenomena yang paling umum terjadi.

Biasanya dalam proses terjadinya gerhana matahari cincin, posisi matahari, bulan, dan bumi tepat berada dalam satu garis lurus.

Akibatnya, piringan bulan yang terlihat dari permukaan Bumi akan terlihat mengecil dari piringan matahari.

Sementara matahari akan tampak seperti cincin.

Ketika fenomena ini terjadi, kondisi percahayaan pada siang hari akan menurun drastis dan mengakibatkan adanya suasana gelap seperti malam hari.

3. Gerhana matahari sebagian

Jenis gerhana ini ternyata bisa tampak ketika gerhana matahari cincin tengah berlangsung.

Namun umumnya, jenis gerhana matahari sebagian ini akan terjadi saat gerhana matahari tengah mengalami posisi puncak.

Disebut gerhana matahari sebagian karena piringan matahari yang tertutup tak sepenuhnya.

4. Gerhana matahari hibrida

Dikutip dari Kompas.com, gerhana matahari ini cenderung hanya berlangsung di belahan bumi tertentu.

Sebenarnya, gerhana ini muncul sebagai gerhana matahari total.

Namun di wilayah lain akan terlihat sebagai gerhana matahari cincin.

Baca juga: Apa Itu Gerhana Bulan dan 4 Mitos Gerhana Bulan

Itulah penjelasan mengenai apa itu gerhana bulan dan jenis gerhana bulan. ( Tribunlampung.co.id / Virginia Swastika )

Sumber: Tribun Lampung
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved