Breaking News:

Mesuji

Dinas Perikanan Mesuji Lampung Kunker ke Pokmaswas Hiu Macan di Kuala Tungkal Jambi

Dinas Perikanan Kabupaten Mesuji melakukan kunjungan kerja (Kunker) ke Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jambi.

Penulis: M Rangga Yusuf | Editor: Dedi Sutomo
Dinas Kelautan Mesuji
Dinas Kelautan Kabupaten Mesuji melakukan kunker ke Pokmaswas Hiu Macang di Kuala Tungkal, Jambi. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, MESUJI – Dinas Perikanan Kabupaten Mesuji melakukan kunjungan kerja (Kunker) ke Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jambi.

Kunker ini, melihat dari dekat aktivitas dari Kelompok Pengawas Masyarakat (Pokmaswas) Hiu Macang di Pelabuhan Kuala Tungkal, Jambi.

Kunjungan tim dari Dinas Perikanan Mesuji diterima oleh Ketua Pokmaswas Hiu Macan A Kadir bersama para anggotanya.

Kepala Bidan Perikanan Tangkap Dinas Perikanan Mesuji Sumarsono mengatakan, kunker yang dilakukan ke DKP Jambi untuk melihat program dan aktivitas dari Pokmaswas Hiu Macan yang menerima penghargaan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan belum lama ini.

“Kami melihat di Pokmaswas Hiu Macan ada potensi yang sama dengan TPI (tempat pelelangan ikan) yang ada di Mesuji,” ujarnya, Jumat (19/11/2021).

Baca juga: 20 Hari Latihan di Waduk Way Sekampung, Tim Dayung Lampung Bertolak ke KSAL Cup 2021

Rencananya, apa yang didapatkan dari kunker tersebut nantinya akan diterapkan di TPI yang berada di Sidang Muara Jaya Kecamatan Rawajitu Utara.

“Kita ingin nantinya disana juga ada Pokmaswas, seperti halnya Pokmaswas Hiu Macan di Jambi,” kata Sumarsono.

Sementara, Ketua Kelompok Pokmaswas Hiu Macan A Kadir mengatakan, Pokmaswas yang diketuainya sudah dibentuk sejak lama.

Bahkan telah mendapatkan penghargaan Nasional juara 2 dan juara 3 dari Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Ia mengatakan, pokmaswas terus melakukan pengawasan pada upaya penangkapan ikan dengan menggunakan alat setrum.

Baca juga: PPKM Level 3 saat Nataru, Bupati Lampung Timur Dawam Rahardjo: Kita akan Ikuti Kebijakan Pusat

Tak hanya itu, pengawasan juga dilakukan pada kelestarian hutan mangrove guna menjaga ekosistem kawasan pantai.

“Termasuk juga penangkapan ikan tidak ramah lingkungan, seperti menggunakan racun atau troll atau pukat harimau,” kata Kadir.

Ia mengungkapkan, Pokmaswas Hiu Macan juga melakukan pengawasan terhadap aktivitas illegal fishing.

"Bahkan kita punya pengalaman hampir bentrok. Waktu itu bahkan anggota 30 Pokmaswas harus turun tangan.”

“Karena pelaku membawa senjata tajam, tapi kami berfikir kalau sampe bentrok malah repot," terangnya. (Tribunlampung.co.id /M Rangga Yusuf)

Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved