Breaking News:

Lampung Utara

Polres Lampung Utara Periksa 7 Saksi Kasus Dugaan Pengancaman Buruh Proyek

Sat Reskrim Polres Lampung Utara menaikkan status dari penyelidikan (lidik) menjadi penyidikan (sidik), atas laporan dugaan pengancaman buruh proyek.

Penulis: anung bayuardi | Editor: Reny Fitriani
Dokumentasi Polres Lampung Utara
Kasat Reskrim AKP Eko Rendi. Polres Lampung Utara periksa 7 saksi kasus dugaan pengancaman buruh proyek. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, LAMPUNG UTARA - Sat Reskrim Polres Lampung Utara menaikkan status dari penyelidikan (lidik) menjadi penyidikan (sidik), atas laporan dugaan pengancaman yang dialami Asy Sadis Al Mushofa, salah satu buruh proyek pembangunan jalan penghubung Kabupaten Lampung Utara-Waykanan, tepatnya di simpang SD Kecamatan Muara Sungkai Lampung Utara.

Hal itu diungkapkan Kasat Reskrim AKP Eko Rendi, Selasa 23 Nopember 2021.

Menurut dia, peningkatan status itu setelah pihaknya melakukan gelar perkara.

"Hari ini kita sudah gelar perkara kasus pengancaman. Hari ini dari lidik sudah kita tingkatkan ke sidik proses laporannya," ujar Eko melalalui pesan Whatsapp.

Menurut Eko, anggotanya telah meminta keterangan 7 saksi.

Total ada 7 saksi yang sudah diperiksa.

Untuk diketahui, proyek pembangunan jalan penghubung Kabupaten Lampung Utara-Waykanan, tepatnya di simpang SD Kecamatan Muara Sungkai Lampung Utara, terpaksa dihentikan sementara.

Pasalnya, para pekerja proyek dengan anggaran Rp 900 juta lebih itu mendapat ancaman dari sekelompok orang tak dikenal.

Padahal, proyek tersebut baru dikerjakan sekitar 30 persen dari target penyelesaian selama 90 hari kerja.

Karena takut atas ancaman tersebut, para pekerja meninggalkan lokasi.

Baca juga: Buruh Proyek di Lampung Utara Diancam Preman Pakai Badik, Begini Kata Kapolres

Halaman
12
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved