Breaking News:

Lampung Barat

Bupati Lampung Barat Ikuti Penilaian IGA 2021, Presentasikan 269 Inovasi Daerah

Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus mengikuti Penilaian Presentasi Kepala Daerah dalam rangka Penilaian dan Pemberian Penghargaan IGA 2021.

Dokumentasi Diskominfo Lampung Barat
Parosil Mabsus saat memaparkan presentasi Penilaian dan Pemberian Penghargaan IGA Tahun 2021 di kediamannya di Pekon Purawiwitan, Kebun Tebu, Lampung Barat, Selasa (23/11/2021). 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, LAMPUNG BARAT - Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus mengikuti Penilaian Presentasi Kepala Daerah dalam rangka Penilaian dan Pemberian Penghargaan Inovative Government Award (IGA) Tahun 2021 di kediamannya di Pekon Purawiwitan, Kebun Tebu, Lampung Barat.

Penilaian IGA 2021 dipusatkan di Ruang Sidang Utama Gedung Kemendagri secara virtual pada Rabu (24/11/2021).

Dalam kesempatan itu, Parosil Mabsus mempresentasikan sebanyak 269 inovasi daerah, jumlah tersebut jauh lebih banyak dari tahun 2020 lalu yang hanya sebanyak 156 inovasi.

Dengan 156 inovasi pada tahun 2020 tersebut, Lampung Barat masuk enam besar kabupaten terinovatif IGA 2020 yang merupakan ajang bergengsi tingkat nasional.

269 inovasi daerah tersebut terdiri dari 11 inovasi penanganan Covid-19, 23 inovasi pemulihan ekonomi, 26 inovasi jejaring sosial, 27 inovasi tata kelola pemerintahan, 32 inovasi peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), 46 inovasi penurunan kemiskinan, 39 inovasi peningkatan infrastruktur, dan 67 inovasi sesuai kewenangan daerah.

"Untuk prioritas inovasi pada tahun 2021 ini, yakni penanganan dan pencegahan penularan Covid-19, percepatan pemulihan ekonomi, dan jaring pengaman sosial," papar Parosil pada saat memaparkan presentasinya, Selasa (23/11/2021).

Selanjutnya, ia menyampaikan, sejumlah inovasi yang pihaknya lakukan pada bidang penanganan dan pencegahan Covid-19.

"Yakni pelopor pemeriksaan PCR untuk kasus Covid-19 dengan waktu dari 15 hari menjadi tiga hari, terintegrasinya seluruh ambulance dengan PSC 119 penanganan tingkat pertama ambulance, dan membentuk satgas penanganan bencana di tingkat pekon dan posko di tiap pekon," terang Parosil.

Untuk inovasi pemulihan ekonomi, lanjut dia, pihaknya melakukan pemberian modal usaha dengan pendamping dan tanpa agunan, satu rumah tangga wajib menghasilkan satu komoditas layak jual, pemberdayaan masyarakat sekitar objek wisata, dan bantuan peningkatan kemandirian dan daya saing pedagang UMKM.

Parosil meneruskan, untuk inovasi jaring pengaman sosial, pihaknya memiliki inovasi antara lain mengurangi beban orang tua siswa, bantuan pangan dengan pendampingan, pemberian makanan tambahan pada ibu hamil dan balita, serta rehabilitasi rumah tidak layak huni.

Baca juga: UMK Lampung Barat 2022 Diusulkan Naik Rp 10.136

Halaman
123
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved