Breaking News:

Lampung Selatan

Ketua DPRD Dorong Kenaikan UMK di Lampung Selatan 

Ketua DPRD Hendry Rosyadi mengatakan pihaknya mendorong upah minimum Kabupaten (UMK) Lampung Selatan untuk dinaikkan.

Penulis: Dominius Desmantri Barus | Editor: soni
Tribun Lampung / Dominius Desmantri Barus
Ketua DPRD Hendry Rosyadi mendorong upah minimum kabupaten (UMK) Lampung Selatan untuk dinaikkan. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, LAMPUNG SELATAN - Ketua DPRD Hendry Rosyadi mengatakan pihaknya mendorong upah minimum Kabupaten (UMK) Lampung Selatan untuk dinaikkan.

"Kami mendorong untuk naik. Nggak harus setiap tahun tapi setidaknya ada kenaikan. Namun harus dari tahapan pengkajian yang sesuai kemampuan pengusaha dan kinerja buruh atau pekerjannya," kata Hendry di Rumah Dinas Ketua DPRD Lampung Selatan, Rabu (24/11/2021).

"Fungsi DPR kan untuk menampung aspirasi. Kita sudah melakukan pengkajian. Kemarin dari komisi juga sudah merekomendasikan anggaran ini ke dewan pengupahan. Biar nanti mereka yang mengkaji berapa besarannya. Tapi kita dari DPR harapannya tahun-tahun berikutnya umk ini selalu naik," jelasnya.

Namun Hendry mengatakan, untuk menentukan besaran UMK Lampung Selatan harus melihat dua sisi, yakni dari sisi pekerja juga perusahaan.

"Ini yang harus diperhatikan semuanya. Supaya iklim investasi di Lampung Selatan sehat, dan Lampung Selatan harus lebih maju dari kabupaten lain," katanya.

"Jangan makin turun (UMK). Karena sejatinya jika UMK semakin naik, berarti taraf hidup masyarakat semakin layak. Nah ini juga yang harus diperhatikan," ungkapnya

Hendry mengatakan pengkajian UMK juga harus memperhatikan iklim investasi di Lampung Selatan.

"Kenaikan UMK ini diharapkan dapat meningkatkan iklim investasi di Lampung Selatan. Sehingga harapan kita juga tidak mematikan iklim investasi. Itu yang mesti diperhatikan. Keuntungannya harus seimbang, dari sisi pengusaha dan sisi pekerjanya," kata Hendry.

Baca juga: UMK Lampung Utara 2022 Masih Akan Dibahas dengan Dewan Pengupahan

Hendry menanggapi terkait UMK yang kecil menurut buruh.

"Mereka kan sudah diatur dengan ikatan serikat pekerja, ada serikat buruh indonesia. Dan mereka sebenarnya sudah tahu tupoksi  juga. Mereka sesuaikan dengan tupoksi mereka. Secara profesional mereka sebagai pekerja dan buruh," katanya.

"Otomasis jika mereka kerjanya profesional dan bagus, perusahaannya mendapat keuntungan yang meningkat. Mungkin nanti dari perusahaan akan muncul bonus-bonus lain. Yang akan menambah taraf hidup dan perkenomian mereka," pungkasnya.( Tribunlampung.co.id / Dominius Desmantri Barus )

Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved