Breaking News:

Tanggamus

Inspektorat Tanggamus: Banyak Rekomendasi Masalah Dana Desa Belum Ditindaklanjuti Pejabat Terkait

Inspektorat Tanggamus mengaku banyak temuan masalah Dana Desa 2020 belum ditindaklanjuti oleh oknum pejabat yang bertanggungjawab. 

Penulis: Tri Yulianto | Editor: Dedi Sutomo
Grafis Tribunlampung.co.id/Dodi
Ilustrasi Dana Desa - Inspektorat Tanggamus mengaku banyak temuan masalah Dana Desa 2020 belum ditindaklanjuti oleh oknum pejabat yang bertanggungjawab.  

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, TANGGAMUSInspektorat Tanggamus mengaku banyak temuan masalah Dana Desa 2020 belum ditindaklanjuti oleh oknum pejabat yang bertanggungjawab. 

Menurut Sekretaris Inspektorat Gustam Apriansyah, selama ini pihaknya telah melakukan pemeriksaan dan didapati 20 pekon terdapat temuan terkait Dana Desa 2020. 

"Sampai saat ini ada sekitar 20 pekon, tapi kepastiannya berapa yang tidak melaksanakan rekomendasi belum kami rekap lagi," terang Gustam, mewakili Inspektur Ernalia, Kamis (25/11/2021).

Menurut Gustam, rekomendasi diterbitkan karena pekon yang dimaksud bermasalah. Mulai dari masalah administrasi sampai keuangan yang harus diganti. 

"Temuan mulai dari masalah administrasi dan masalah keuangan yang harus dipertanggungjawabkan oleh pihak yang mesti tanggungjawab," terang Gustam.

Baca juga: Gunakan Motor Yamaha R15, Mahasiswa di Bandar Lampung Jambret Ponsel Milik Mahasiswi

Selanjutnya inspektorat telah menerbitkan rekomendasi sebagai bagian upaya pembinaan. Tujuannya supaya pihak yang bertanggungjawab, seperti kepala pekon definitif atau penjabat kepala pekon (Pj) mau melaksanakan kewajibannya.  

Rekomendasi sudah diterbitkan beberapa bulan lalu dengan batas kewajiban rata-rata habis di bulan November ini. Waktu pemenuhan rekomendasi telah ditetapkan 60 hari. 

"Sebagian besar belum melaksanakannya. Sedangkan waktu pelaksanaan rekomendasi, dari 20 pekon sebagian besar sudah habis," ujar Gustam.

Ia mengaku, untuk spesifikasi temuan belum dihimpun seluruhnya. Itu baru dilakukan pada Desember, termasuk nilai yang harus dipertanggungjawabkan.

Dan nantinya akan dimasukkan dalam kas pekon sebagai silpa untuk 2022. (Tribunlampung.co.id / Tri Yulianto)

Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved