Breaking News:

Lampung Selatan

FSBKU Lampung Ingin UMP dan UMK 2022 Naik 7-15 Persen

FSBKU Lampung mendorong agar Upah Minimum Provinsi (UMP) dan Upah Minimun Kabupaten/Kota (UMK) naik sekitar 7-15 persen.

Tribunnews.com/Wahid Nurdin
Ilustrasi Penetapan UMP dan UMK - FSBKU Lampung Ingin UMP dan UMK 2022 Naik 7-15 Persen. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, LAMPUNG SELATAN – Ketua Wilayah Federasi Serikat Buruh Karya Utama (FSBKU) Lampung Tri Susilo mendorong agar Upah Minimum Provinsi (UMP) dan Upah Minimun Kabupaten/Kota (UMK) naik sekitar 7-15 persen.

Tri susilo yang akrab dipanggil Silo mengatakan, penetapan besaran UMP dan UMK yang hanya naik Rp 7 ribu sangat rendah.

"Saya merasa penetapan ump/umk hanya Rp 7 ribu atau sekitar 0.29 persen ini masih terlalu kecil.”

“Kalau kita bagi dengan kebutuhan sehari-hari. Seperti kebutuhan dapur, pendidikan dan lainny. Tentunya tidak akan cukup," kata sila Jumat (26/11/2021).

FSBKU Lampung dan aliansi serikat buruh lainnya mendorong dan mengupayakan kenaikan UMP dan UMK mencapai 7-15 persen.

Baca juga: FSBMM Lampung Menilai Kenaikan UMK dan UMP Hanya Rp 7 Ribu Tak Manusiawi

Silo mengungkapkan, FSBKU akan bersatu dengan aliansi serikat buruh lainnya untuk menolak UMP dan UMK yang rendah.

"Ya, kami pada dasarnya sama dengan teman-teman aliansi serikat buruh nasional menyatakan sikap menolak upah minimum rendah tersebut.”

"Makanya kami akan melakukan aksi demonstrasi untuk menolak UU Cipta Kerja (Omnimbus Law) dan menolak upah minim yang rendah tersebut," jelasnya.

Lebih lanjut Silo mengatakan, pihaknya akan berusaha supaya buruh sejahtera, serta memastikan buruh mendapatkan hak-nya yang sesuai.

(Tribunlampung.co.id/ Dominius Desmantri Barus)

Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved