Breaking News:

ADVERTORIAL

Puluhan Kepala Pekon Kabupaten Pringsewu Ikuti Bimtek Peningkatan Perencanaan Pembangunan Desa

Kegiatan tersebut berlangsung pada 1-4 Desember 2021. Pembukaan kegiatan tersebut telah sukses dilakukan tanggal 1 Desember 2021.

Dok Dinas PMD Pringsewu
Bimbingan teknis dengan tema Peningkatan Kapasitas Kepala Pekon dan Perangkat Dalam Perencanaan Pembangunan Pekon Kabupaten Pringsewu Tahun 2021 di Novotel Lampung, Kamis 2 Desember 2021. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDARLAMPUNG - Pemerintah Kabupaten Pringsewu melalui Kepala Dinas PMD Pringsewu sekaligus mewakili Bupati Pringsewu membuka secara resmi kegiatan bimbingan teknis dengan tema Peningkatan Kapasitas Kepala Pekon dan Perangkat Pekon Dalam Perencanaan Pembangunan Pekon Kabupaten Pringsewu Tahun 2021, bekerjasama dengan Balai Pemerintahan Desa Regional Sumatera di Ballroom Hotel Novotel Lampung, Kamis 2 Desember 2021.

“Besar harapan saya, para peserta akan benar-benar mengikuti seluruh rangkaian-rangkaian kegiatan yang dilaksanakan sejak tanggal `1-4 Desember 2021 dengan semangat dan penuh tanggung jawab sehingga kedepannya kita akan benar-benar mampu mengimplementasikan tata kelola yang transparan, akuntabel, partisipatif dan jangan sungkan bertanya serta sampaikan kendala yang saudara-saudara hadapi. Ingatlah untuk selalu menerapkan prinsip 100-0-100, yaitu 100% benar dalam Perencanaan, 0% kesalahan dalam Pelaksanaan serta 100% benar dalam pelaporan,” Ujar Eko Sumarni dalam sambutannya.

Kegiatan tersebut berlangsung tanggal 1-4 Desember 2021. Pembukaan kegiatan tersebut telah sukses dilakukan tanggal 1 Desember 2021. Dalam pembukaan kegiatan tersebut hadir Kepala Dinas PMD Kabupaten Pringsewu Eko Sumarmi, S.K.M, dan Kepala Balai Pemerintahan Desa Kementerian Dalam Negeri Regional Sumatera Irsan S.H., M.Si.,Ph.D

Dalam kegiatan tersebut hadir juga Kasi Intel Kejaksaan Negeri Pringsewu Median Suwardi, S.H.,M.H, Kasat Reskrim Polres Pringsewu Iptu. Pol. Feabo Adigo Mayora P, STK, S.I.K, M.H, Ketua Apdesi Kabupaten Pringsewu Abidin.
Dalam sambutannya di kegiatan tersebut, Kepala Balai Pemerintahan Desa Kementerian Dalam Negeri Regional Sumatera Irsan, S.H.,M.Si.,Ph.D mengatakan, sangat mengapresiasi adanya kegiatan ini. Menurutnya kegiatan ini bisa membantu tugas pemerintah pusat.

Kalau hanya mengandalkan pemerintah pusat akan sulit, sebab jumlah UPT Balai Besar Pemerintahan Desa di Indonesia ada tiga yakni di Lampung, Yogyakarta, dan Malang. Sementara jumlah desa di Indonesia ada 74.961.
Fasilitator Balai Pemerintahan Desa Kementerian Dalam Negeri Regional Sumatera Mikrot Junaidi, S.Pt., M.M mengatakan, pemateri dalam kegiatan ini dari Balai Pemerintahan Desa Kementerian Dalam Negeri Regional Sumatera.

Menurutnya kegiatan ini dilakukan untuk membantu pemerintahan desa membuat perencanaan pembangunan dari kebutuhan dan potensi desa.

Dinas PMD Pringsewu bekerjasama dengan Balai Pemerintahan Desa Regional Sumatera mengadakan kegiatan bimbingan teknis dengan tema Peningkatan Kapasitas Kepala Pekon dan Perangkat Dalam Perencanaan Pembangunan Pekon Kabupaten Pringsewu Tahun 2021 di Novotel Lampung, Kamis 2 Desember 2021.
Dinas PMD Pringsewu bekerjasama dengan Balai Pemerintahan Desa Regional Sumatera mengadakan kegiatan bimbingan teknis dengan tema Peningkatan Kapasitas Kepala Pekon dan Perangkat Dalam Perencanaan Pembangunan Pekon Kabupaten Pringsewu Tahun 2021 di Novotel Lampung, Kamis 2 Desember 2021. (Dok Dinas PMD Pringsewu)

Selama ini masih ada desa yang menganggap sepele perencanaan pembangunan dan membuat perencanaan pembangunan hanya formalitas. Sehingga perencanaan pembangunan hanya sebuah dokumen. Padahal perencanaan pembangunnan sangat diperlukan oleh desa. Dengan adanya perencanaan pembangunan yang baik, pembangunan desa juga akan menjadi baik.

Sementara itu jika perencanaan pembangunan gagal, maka itu sama saja merencanakan kegagalan untuk pembangunan desa. Inilah yang harus ditanamkan di mindset para kepala desa. "Untuk itu diberikan bimbingan teknis tentang perencanaan pembangunan yang baik. Sehingga kedepannya perencanaan pembangunan bisa dilakukan dan tidak ada lagi yang merencanakan pembangunan hanya sebatas formalitas," kata Mikrot. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved