Breaking News:

Bandar Lampung

DKL Gelar Peluncuran Buku Lampung Tempo Doeloe dan Bincang Literasi Bersama Gol A Gong

Dewan Kesenian Lampung (DKL) akan menggelar peluncuran buku Lampung Tempo Doeloe dan bincang literasi bersama Gol A Gong.

Dok Dewan Kesenian Lampung
Dewan Kesenian Lampung (DKL) akan menggelar peluncuran buku Lampung Tempo Doeloe. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG – Dewan Kesenian Lampung (DKL) akan menggelar peluncuran dan bincang literasi.

Buku yang akan diluncurkan ialah buku "Lampung Tempo Doeloe".

Sementara untuk bedah literasi akan dilakukan bersama Duta Baca Indonesia Gol A Gong.

Kegiatan tersebut nantinya akan dilangsungkan pada Jumat (3/12/2021) di Gedung Kesenian Lampung, Way Halim, Bandar Lampung pukul 19.30 WIB.

Ketua Pelaksana kegiatan Jauza Imani, mengatakan bincang literasi tersebut nantinya juga akan diikuti oleh budayawan dan penulis lainnya.

Baca juga: Pemkot Bandar Lampung Mulai Siapkan Diri Rencana Vaksin Booster untuk Masyarakat Umum

"Iwan Nurdaya-Djafar (Budayawan dan Penulis Buku), dan Udo Z Karzi (Jurnalis dan Penerbit Buku) akan ditaja," ucap Jauza dalam keterangan tertulis yang disampaikan kepada Tribun, Kamis (2/12/2021).

"Lampung Tempo Doeloe yang diterbitkan ini akan diulas oleh terbitan Akademi Lampung bekerja sama dengan penerbit Cipta Prima Nusantara (Semarang) ini akan diulas oleh Udo Z Karzi (Jurnalis dan Direktur Penerbit LaBrak Bandar Lampung)," sambungnya.

Selain diselenggarakan langsung, ia menjelaskan penikmat sastra juga bisa menyaksikan kegiatan itu secara daring melalui siaran langsung Instagram @dewankesenianlampung dan kanal Youtube Dewan Kesenian Lampung

Buku “Lampung Tempo Doeloe” itu, meriwayatkan Lampung dan pengelanaan, dengan melibatkan 15 kontributor dari pelbagai bangsa sehingga terhimpun sebanyak 21 tulisan, termasuk 5 tulisan dari penyusun sendiri. Para kontributor itu adalah Adrian Vickers, Atsushi Ota, J.T.G., Julia Maria, Kees Groeneboer, Mattiebelle Stimson Gittinger, N.H. Van Sandick, P.L.C. Le Sueur, Petrus Voorhoeve, Pramoedya Ananta Toer, Suryadi Sunuri, Tan Malaka, Tirto Adhi Soerjo, dan William Marsden.

 “Kisah-kisah yang disusun dan dirangkai penyusun Iwan Nurdaya- Djafar tentang “Lampung Tempo Doeloe” pasti menarik. Jadi jangan dilewatkan kesempatan ini,” ujar Nung mengunci perbincangan. ( Tribunlampung.co.id / V Soma Ferrer )

Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved