Breaking News:

Universitas Lampung

Rektor Unila Beri Sambutan pada Dies Natalis UPR, Bahas Kebhinekaan dan Persatuan

Universitas Lampung Prof. Dr. Karomani, M.Si., yang juga Ketua Forum Rektor Penguat Karakter Bangsa (FRPKB), memberi sambutan pada acara Pentas

ist
Universitas Lampung Prof. Dr. Karomani, M.Si., yang juga Ketua Forum Rektor Penguat Karakter Bangsa (FRPKB), memberi sambutan pada acara Pentas Seni dan Budaya Puncak Dies Natalis Universitas Palangkaraya (UPR) ke-58 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Universitas Lampung Prof. Dr. Karomani, M.Si., yang juga Ketua Forum Rektor Penguat Karakter Bangsa (FRPKB), memberi sambutan pada acara Pentas Seni dan Budaya Puncak Dies Natalis Universitas Palangkaraya (UPR) ke-58, Selasa, 30 November 2021.

Acara yang diselenggarakan secara daring tersebut mengusung tema “Merajut Kebangsaan dalam Kebhinekaan: Dengan Semangat Huma Betang UPR Berkarya untuk Indonesia”.

“Atas nama keluarga besar Universitas Lampung saya mengucapkan selamat kepada UPR. Tadi kita mendengarkan betapa luar biasa di bawah pimpinan Pak Rektor, capaian-capaian luar biasa, lompatan-lompatan luar biasa. Bahkan terakhir kita lihat sendiri bahwa UPR akan masuk pada universitas papan atas yaitu PTN-BLU. Saya yakin nanti akan masuk lagi pada PTN-BH. Saya berharap kita sehat selalu dan UPR sukses meniti capaian prestasinya,” ucapnya memberi selamat kepada UPR.

Dalam sambutannya Prof. Karomani menyampaikan pandangannya mengenai keragaman budaya, bahasa, dan agama, yang ada di Indonesia sebagai sumber kekuatan dan persatuan. Perbedaan kearifan lokal tersebut dijadikan modal dasar oleh para founding fathers dalam bentuk tatanan masyarakat berbangsa dan bernegara yakni Bhinneka Tunggal Ika.

Satu kearifan lokal tersebut adalah falsafah Huma Betang atau Rumah Besar. Huma Betang dalam arti luas memiliki filosofi rumah besar yang dihuni banyak orang dengan beragam perbedaan namun tetap hidup rukun dengan mengedepankan sikap musyawarah, mufakat, kejujuran, dan kesetiaan.

“Sungguh mewakili gambaran dari rumah besar yang bernama Indonesia yang dihuni 17.520 pulau, 1.340 suku, 742 bahasa, dan lima agama yang tetap hidup rukun, merajut kesatuan dan persatuan demi terwujudnya kesejahteraan dalam rumah besar yang bernama Indonesia,” lanjutnya.

Pertunjukan seni dan budaya ia yakini dapat mempersatukan bangsa meskipun berbeda latar belakangnya, karena seni memiliki nilai-nilai yang bersifat universal dan keindahannya merekatkan bangsa.

Bersama semangat perayaan Dies Natalis UPR ia mengajak semua untuk menyosialisasikan nilai-nilai luhur kebangsaan. Menguatkan kembali nilai-nilai kebangsaan ini dalam kehidupan sehari-hari sebagai salah satu kebijakan dasar kehidupan berbangsa dan bernegara. Jangan sampai keindahan persatuan dan kesatuan itu pudar, apalagi sirna.

Di akhir sambutan ia mengajak semua yang hadir untuk bertekad menjaga Indonesia tetap tegak berdiri kokoh. Sebagaimana kutipan seorang pernyair bernama Sutardji Calzoum yang dapat dipegang bersama “Yang tertusuk padamu, berdarah padaku” maka sebagai sebuah keluarga, jika ada penderitaan di satu pihak maka itu adalah penderitaan kita bersama.

“Termasuk kita semua sedang menghadapi Covid-19, mari bersama-sama saling membantu satu sama lain supaya Indonesia betul-betul dirasakan kehadirannya sebagai rumah besar yang saya sebut tadi,” katanya. (*)

Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved