Breaking News:

Lampung

PLN dan Pemerintah Provinsi Lampung Kurangi Emisi Karbon dengan Pertumbuhan EBT

Penandatanganan Surat Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik PLTS Atap di beberapa instansi dibawah Pemerintah Provinsi Lampung yang disaksikan langsung

ist
General Manager PLN UID Lampung, I Gede Agung Sindu Putra menyerahkan Kompor Induksi kepada Sekda Provinsi Lampung, Fahrizal Darminto 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, LAMPUNG - Penandatanganan Surat Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik PLTS Atap di beberapa instansi dibawah Pemerintah Provinsi Lampung yang disaksikan langsung oleh Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Fahrizal Darminto dan General Manager PLN UID Lampung, I Gede Agung Sindu Putra pada hari Kamis, 2 Desember 2021.

Instansi yang melakukan penandatanganan diantaranya Dinas ESDM, Dinas Bina Marga dan Konstruksi, Bappeda, Gedung Sekretariat Provinsi Lampung, Gedung Sekretariat DPRD Provinsi Lampung, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu, dan Rumah Sakit Abdoel Moeloek.

Gubernur Lampung yang diwakilkan Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Fahrizal Darminto mengungkapkan bahwa target bauran Energi Baru dan Terbarukan (EBT) Pemerintah Pusat sebesar 23 persen dan untuk Provinsi Lampung sebesar 36 persen pada tahun 2025 mendatang.

“Dalam mewujudkan nawacita tersebut baik Pemerintah Pusat dan Daerah melalui leading sector-nya yaitu ESDM berperan untuk memprogramkan dan mensosialisasikan kepada masyarakat tentang penggunaan energi bersih (Clean Energy), salah satunya PLTS Atap/Rooftop,” terang Fahrizal dalam sambutannya pada acara Penandatanganan SPJBTL PLTS Atap, Kamis (2/12).

Fahrizal juga menambahkan program yang saat ini secara masif dikampanyekan oleh Pemerintah Pusat dan Daerah salah satunya akselerasi penggunaan Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KLBB) didukung regulasi dan percepatan infrastuktur pendukungnya seperti pembangunan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU).

“Apabila kendaraan listrik ini berjalan dan digunakan oleh masyarakat umum, maka akan tumbuh kebutuhan energi listrik yang signifikan, tentunya berdampak positif bagi PT PLN (Persero),” ujarnya.

Sementara, General Manager PLN UID Lampung, I Gede Agung Sindu Putra dalam sambutannya mengatakan sesuai arahan Pemerintah, PLN sangat mendukung seluruh program pertumbuhan bauran Energi Baru dan Terbarukan (EBT) yang bertujuan untuk mengurangi emisi karbon dari penggunaan bahan bakar fosil.

Sindu, Panggilan akrabnya menambahkan bahwa bauran EBT di Provinsi Lampung saat ini sudah mencapai 39 persen dari jumlah seluruh pembangkit yang beroperasi. Pada Tahun 2022 nanti, ungkapnya, PLN berencana membangun PLTS di Pulau Tabuan dan Pulau Legundi, sehingga akan menambah persentase bauran Energi Baru dan Terbarukan (EBT) pada sistem kelistrikan di Provinsi Lampung.

Selain itu, dalam berkontribusi menekan emisi karbon, PLN juga memiliki program Electrifying Lifestyle yang mendorong perubahan kebiasaan masyarakat untuk memanfaatkan energi listrik kedalam setiap aktivitasnya seperti penggunaan kompor induksi serta penggunaan kendaraan listrik.

Diketahui, PLN UID Lampung telah menambah satu titik lokasi Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di El’s Coffee Roastery Jalan Soekarno Hatta Bandar Lampung , Senin (29/11) kemarin.

SPKLU tersebut adalah SPKLU yang kedua di Provinsi Lampung setelah SPKLU di Rest Area Tol Trans Sumatera Km 20B yang dioperasikan pada awal tahun 2021 yang lalu. Rencananya, PLN akan menambah lagi satu titik SPKLU di Rest Area Tol Sumatera Km 49A yang dirampungkan pada minggu kedua Desember 2021 nanti.

“Beroperasinya beberapa titik lokasi SPKLU di Lampung, merupakan bukti kesiapan dan keseriusan PLN dalam mendorong pertumbuhan ekosistem Kendaraan Listrik di Indonesia, terlebih, SPKLU tersebut sudah terintegrasi dengan Aplikasi PLN Mobile yang memudahkan pengguna kendaraan listrik dalam bertransaksi dan mencari lokasi SPKLU terdekat,” pungkasnya.

Sebagai nahkoda di PLN UID Lampung, sebelum menutup sambutannya, Sindu menjelaskan kondisi ketersediaan energi listrik di Provinsi Lampung saat ini memiliki surplus sebesar 268 MW atau 20 persen dari total kapasitas daya mampu sub sistem Lampung yaitu 1438,2 MW. Sehingga masih membuka peluang yang sangat lebar bagi investor yang akan berinvestasi di Provinsi Lampung.(*)

Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved