Breaking News:

OJK Ungkap Pinjaman Online Tinggi di Pandemi, Akumulasi Pinjaman Capai Rp 272 Triliun Lebih

Mengenai akumulasi pinjaman per 31 Oktober 2021 sebanyak Rp 272,43 triliun dengan nilai outstanding di akhir Oktober 2021 sebesar Rp 27,91 triliun.

Tribunlampung.co.id/Sulis Setia Markhamah
Deputi Direktur Perizinan dan Pengawasan Financial Technology  OJK Rati Connie Ponda menyampaikan materi terkait pinjaman industri P2P lending. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkapkan meskipun di kondisi masih pandemi Covid-19, baik dari penyaluran, oustanding, dan kualitas pinjaman industri peer to peer (P2P) lending atau pinjaman online terus mengalami pertumbuhan dan perbaikan.

Deputi Direktur Perizinan dan Pengawasan Financial Technology OJK Rati Connie Ponda mengungkapkan, OJK melakukan moratorium penyelenggara baru pada Februari 2020.

Saat itu jumlah penyelenggara 161 platform.

Jumlah penyelenggara menurun sepanjang 2 tahun terakhir dan data per 25 Oktober 2021 jumlah ada 104 platform.

"Jumlah penyelenggara saat ini ada 104 platform, termasuk 7 platform dengan sistem syariah. Sebanyak 101 lainnya berizin dan 3 platform terdaftar," jelas Rati dalam Pembekalan dan Media Update Kinerja Jasa Keuangan Triwulan 3 2021, di Ballroom Hotel Emersia, Senin (6/12/2021).

Mengenai akumulasi pinjaman per 31 Oktober 2021 sebanyak Rp 272,43 triliun dengan nilai outstanding di akhir Oktober 2021 sebesar Rp 27,91 triliun.

"Terkait data akumulasi rekening mencapai 71,80 juta rekening pengguna. Akumulasi rekening borrower mencapai 71,01 juta dengan rekening aktif sebesar 19,95 juta," bebernya.

Lebih lanjut akumulasi rekening lender mencapai 788,70 ribu dengan rekening sebesar 178,89 ribu.

Mengenai data konsumen, dalam hal ini OJK melakukan upaya preventif dalam memberikan  perlindungan kepada konsumen melalui berbagai cara.

"Baik itu melalui edukasi maupun literasi kepada masyarakat. Menekankan masyarakat atau calon konsumen memilih platform P2P lending legal, menghitung kemampuan membayar pinjaman, hingga meminjam untuk keperluan produktif," ujarnya memberikan tips.

Selain itu, menekankan agar masyarakat paham betul isi perjanjian khususnya bunga, tenor, denda, dan lainnya.

(Tribunlampung.co.id/ Sulis Setia Markhamah)

Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved