Breaking News:

Mesuji

Kisah Buruh Kupas Kulit Kayu Gelam di Mesuji Lampung, 100 Batang Dibayar Rp 50 Ribu

Bermodalkan sarung tangan dan baju lengan panjang para wanita ini mengupas kulit kayu gelam dari batangnya. Pemandangan ini tak asing di Mesuji.

Penulis: M Rangga Yusuf | Editor: Hanif Mustafa
tribunlampung.co.id / M Rangga Yusuf
Retno (44) buruh pengupas kulit kayu gelam di Desa Gedung Mulya. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, MESUJI -- Beberapa wanita berkumpul di bawah pohon rindang yang ada di ruas jalan ZA Pagar Alam Kabupaten Mesuji.

Bukan berlindung dari terik panasnya matahari yang mampu membakar kulitnya, tapi mereka tengah melakukan pekerjaan.

Para wanita ini mengupas sebatang kayu yang cukup panjang dan memiliki kulit berlapis.

Orang kerap menyebutnya dengan nama kayu gelam yang berasal dari pohon penghasil minyak kayu putih.

Debu halus yang dihasilkan dari kulit kayu gelam ini pun mampu membuat kulit terasa gatal.

Baca juga: Kuliner Lampung, Roti Bakar ABC Mesuji Sajikan Varian Rasa, Hanya Rp 13 Ribuan

Bermodalkan parang serta sarung tangan dan baju lengan panjang, para wanita ini mengupas kulit kayu gelam dari batangnya.

Tak besar tapi panjang, butuh ketelatenan dari para wanita kuat ini untuk membersihkan kulit kayu gelam

Pemandangan ini pun sudah tak asing di Kabupaten Mesuji.

Bahkan di Desa Gedung Mulya, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Mesuji.

Sudah menjadi hal biasa wanita jadi buruh kupas kulit kayu gelam.

Baca juga: Gandeng Jawara Internet Sehat, Mesuji Gelar Wayang Kulit Virtual

Halaman
12
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved