Breaking News:

Tanggamus

Tim Babungan Pemkab Tanggamus Laksanakan Penanganan Dampak Longsor di Kecamatan Kelumbayan Barat

Tim gabungan melaksanakan penanganan dampak longsor di Kecamatan Kelumbayan Barat.

Penulis: Tri Yulianto | Editor: Dedi Sutomo
Tribunlampung.co.id / Tri Yulianto
Tim Babungan Pemkab Tanggamus Laksanakan Penanganan Dampak Longsor di Kecamatan Kelumbayan Barat. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, TANGGAMUS - Tim gabungan melaksanakan penanganan dampak longsor di Kecamatan Kelumbayan Barat

Kapolsubsektor Kelumbayan Polres Tanggamus Inspektur Dua Joko Wahyudi mengatakan, untuk fasilitas umum, dampak longsor menyebabkan tertutupnya jalan lintas antar pekon di Dusun Pasir Picung Pekon Lengkukai. 

"Jalan tertutup material longsor sehingga sulit dilalui masyarakat. Supaya jalan bisa secepatnya dilewati maka dilakukan gotong royong penyingkiran material longsor," ujar Joko, Jumat (18/12/2021).

Dikatakannya, gotong royong dilaksanakan berdasar kesepakatan bersama para aparat serta masyarakat. Sebab jalan tersebut merupakan jalan yang biasa dilintasi warga. 

Penanganan ini adalah lanjutan dari penanganan di rumah-rumah warga yang terkena longsor. Dan panjang jalan yang tertutup material sepanjang 200 meter. 

Baca juga: Delapan Rumah Warga di Tanggamus Lampung Diterjang Longsor

Di Dusun Pasir Picung, Pekon Lengkukai ada sekitar 150 kepala keluarga yang terhambat aksesnya akibat jalan tertutupi material longsor. 

Sebelumnya, akibat intensitas hujan yang tinggi dua hari lalu, sejumlah pekon di Kelumbayan Barat dan Kelumbayan diterpa bencana. 

Untuk Kecamatan Kelumbayan, banjir menggenangi Pekon Paku, Pekon Napal, Pekon Penyandingan, Pekon Susuk, Pekon Kelumbayan Negeri, Pekon Umbar dan Pekon Unggak. 

Akibatnya, tanggul yang ada di Way Paku 1 dan Way Paku 2 jebol. Dan harapannya secepatnya dibenahi agar dampaknya tidak makin parah ke depannya.

Menurut Kepala Pekon Paku Zulkarnain, akibat banjir hampir semua pekon di Kec. Kelumbayan terendam banjir.

Baca juga: Hati-hati Bahu Jalan di Jalinbar Batu Keramat Kota Agung Lampung Longsor

Khususnya Pekon Paku sebagian besar lahan pertanian seperti sawah tanamannya menjadi rusak. 

"Akibat banjir tersebut sekitar 80 hektar sawah yang ada di Pekon Paku rusak karena material banjirnya ada kayu, pasir dan bebatuan. Sawahnya ditanami padi dan cabe semuanya rusak," jelas Zulkarnain. 

Menurut dirinya, menambahkan akibat banjir, di Pekon Paku mengakibatkan gorong-gorong box culvert di jalan provinsi ruas Dusun Bimbin tergerus aliran air dan rusak. 

"Harapannya pemerintah dari provinsi segera membuat pemecahan air agar tidak terjadi lagi gerusan air yang mengakibatkan jalan menjadi rusak," ujar Zulkarnain. 

Zulkarnain juga mengakui masyarakat membutuhkan bantuan agar beban masyarakat di seluruh pekon yang terdampak banjir menjadi ringan. (Tribunlampung.co.id / Tri Yulianto)

Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved