Breaking News:

Lampung Selatan

Wakil Ketua LPA Lampung Desak Dinas PPPA Beri Pendampingan Hukum Keluarga Korban PA

Amel berharap kepada satker terkait, dan semua pihak khususnya Dinas PPPA untuk memfasilitasi keluarga korban dalam mendapatkan keadilan ini.

Dokumentasi Pribadi
Amelia Nanda Sari. Wakil Ketua LPA Lampung desak Dinas PPPA beri pendampingan hukum keluarga korban PA. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, LAMPUNG SELATAN - Wakil Ketua Lembaga Perlindungan Anak Provinsi Lampung yang juga menjadi aktivis perlindungan anak Lampung Selatan Amelia Nanda Sari mendesak Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) untuk memberikan pendampingan hukum dan trauma healing kepada keluarga korban PA.

Perlu diketahui, korban PA (15) merupakan gadis yang dibunuh oleh temannya kencannya dan mayatnya ditemukan di rumah kosong, Desa Sabah Balau, Kecamatan Tanjung Bintang, Lampung Selatan, pada Minggu (5/12/2021).

Amel berharap kepada satker terkait, dan semua pihak khususnya Dinas PPPA untuk memfasilitasi keluarga korban dalam mendapatkan keadilan ini.

"Kita berharap Dinas PPPA untuk memberikan pendampingan hukum dan bantuan untuk mengobati trauma healing kepada keluarga korban PA," kata Amel, Sabtu (18/12/2021).

Menurut Amel yang juga Wakil Ketua Komisi III DPRD Lampng Selatan ini pihaknya sedang membahas perda terkait perlindungan anak dan perempuan.

"Sebentar lagi kita juga akan mempunyai Perda terkait perlindungan terhadap perempuan dan anak. Perda itu sedang dalam pembahasan, sudah hampir kita sahkan ya," jelasnya.

Amel berharap kepada semua pihak untuk mengawal kasus pembunuhan PA ini sampai selesai.

"Kami juga berharap ke depannya kepada teman-teman media tidak berhenti mengekpose sampai di sini saja. Namun kawal sampai selesai proses persidangan," jelasnya.

"Jadi nanti apa yang menjadi vonisnya. Jadi tindakan hukum dalam kasus ini. Kita sama-sama bisa mengetahui, bisa mempublikasi. Sehingga itu menjadi stimulus dan efek jera bagi masyarakat yang mudah menggampangin kasus seperti ini," katanya.

Amel menyesalkan tindakan yang dilakukan oleh kedua pelaku yang tega menghabisi nyawa PA.

Baca juga: Wakil Ketua LPA Lampung Minta Orang Tua Sadar Hukum dan Memberikan Pengawasan pada Anak

"Kami sangat menyesalkan tindakan yang dilakukan kedua pelaku yang tega menghabisi nyawa korban dengan keji. Sangat memperhatinkan, korban hanya diimingi-imingi uang Rp 500 ribu, dibelikan daster dipasang bulu mata palsu. Namun nyawanya direnggut begitu saja oleh pelaku," pungkasnya.

(Tribunlampung.co.id/ Dominius Desmantri Barus)

Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved