Breaking News:

Lampung Utara

Diduga Rugikan Negara Rp 700 Juta, Dua Tersangka Korupsi Dinas PUPR Ditahan Kejari Lampura

Kejaksaan negeri Lampung Utara menetapkan dua tersangka dugaan korupsi, proyek Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Kabupaten Lampung Utara

Penulis: anung bayuardi | Editor: soni
Josephus Primus
ilustrasi. 

 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, LAMPUNG UTARA - Kejaksaan negeri Lampung Utara menetapkan dua tersangka dugaan korupsi, proyek Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Kabupaten Lampung Utara, Selasa 21 Desember 2021.

Kedua tersangka adalah Yasril (45) warga Kotabumi, Lampung Utara, dan A.A (42) warga Bandar Lampung. Yas diketahui merupakan Pejabat Pembuat Komitmen sedangkan A.A sebagai rekanan.

Keduanya menjalani pemeriksaan di kantor kejaksaan setempat, sejak pukul 11.00 WIB hingga pukul 18.45 WIB. Mereka diperiksa di ruang pidana khusus.

Kasie Intelijen Kejaksaan Negeri Lampung Utara, I Kadek Dwi Ariatmaja mengatakan, pada hari ini diambil langkah penetapan tersangka dugaan korupsi pada proyek Dinas PUPR Kabupaten Lampung Utara tahun 2019.

Setelah serangkaian penyelidikan, kemudian penyidikan oleh tim Kejaksaan Negeri Lampung Utara, pengerjaan proyek jalan tahun 2019 lalu oleh CV Banjar Negeri, dengan nilai pagu anggaran sebesar Rp 3,9 miliar, diduga ada kekurangan volumenya. “Ketika diperiksa dengan bantuan pihak lain, ada kerugian negara,” katanya.

Temuan itu mengarah kepada keduanya. Kendati demikian, Kadek tidak ingin berandai-andai ada tersangka lainnya atau tidak. “Nanti dilihat saja perkembangannya di pengadilan. Yang jelas nanti ada penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut,” ujarnya.

Baca juga: Polres Lampung Utara Tahan Kades Way Melan Nonaktif atas Kasus Korupsi

Kadek mengatakan penyidikan dimulai sejak Maret. Adapun kasus tersebut mulai diusut pada Januari kemarin, dengan memeriksa sejumlah pejabat PUPR Kabupaten Lampung Utara.

Kejaksaan juga melakukan pemanggilan enam pegawai PUPR Lampura, di antranya PPK, PPTK dan Kabid saat proyek dilaksanakan.

Keadaan ruas jalan sudah terlihat banyak mengalami kerusakan parah, diduga akibat pengerjaan yang tidak sesuai spek.

Perhitungan resmi kerugian negara dalam proyek pengerjaan peningkatan ruas jalan tersebut ditaksir mencapai Rp 700 juta .

Kedua tersangka langsung ditahan selama 20 hari ke depan di Rutan kelas II B Kotabumi,. Dibawa kendaraan dinas kejari setempat keduanya menggunakan rompi tahanan warna merah. ( Tribunlampung.co.id / Anung Bayuardi )

Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved