Breaking News:

Universitas Lampung

Panitia Bidang Kesehatan Muktamar ke-34 NU Apresiasi Peran Unila di Muktamar

Panitia Bidang Kesehatan Muktamar ke-34 K.H. M. Zulfikar Asad mengapresiasi peran Universitas Lampung (Unila) dalam menyelenggarakan protokol kesehata

ist
Panitia Bidang Kesehatan Muktamar ke-34 K.H. M. Zulfikar Asad mengapresiasi peran Universitas Lampung (Unila) dalam menyelenggarakan protokol kesehatan dalam event akbar tersebut. Selain tahapan acara berjalan lancar dan aman, tidak satupun peserta terkonfirmasi positif Covid-19. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Panitia Bidang Kesehatan Muktamar ke-34 K.H. M. Zulfikar Asad mengapresiasi peran Universitas Lampung (Unila) dalam menyelenggarakan protokol kesehatan dalam event akbar tersebut. Selain tahapan acara berjalan lancar dan aman, tidak satupun peserta terkonfirmasi positif Covid-19.

“Berkat protokol kesehatan tersebut alhamdulillah semua aman. Tidak satupun terkonfirmasi positif Covid-19,” ujarnya dikutip dari beritabangsa.com, Jumat, 24 Desember 2021.

Pengasuh Pondok Pesantren Darul Ulum Jombang bahkan menyatakan pelaksanaan Muktamar ke-34 yang diselenggarakan di empat lokasi Unila, UIN, Malahayati, dan Ponpes Darus Sa’adah, Lampung Tengah, lebih baik secara keseluruhan dibanding Muktamar ke-33 NU di Jombang, Jawa Timur.

Koordinator Panitia Lokal Muktamar ke-34 NU Budi Sutomo, S.S.i., M.Si., mengatakan, capaian tersebut tidak lepas dari peran Ketua PDNU Cabang Lampung Prof. Dr. dr. Asep Sukohar, S.Ked., M.Kes., yang juga merupakan Koordinator Tim Kesehatan Muktamar ke-34 NU.

Menurut Kepala BPHM Unila tersebut, tentunya ini hasil koordinasi yang baik antara tim kesehatan Unila dengan satgas panitia pusat, dinas kesehatan provinsi maupun kota, serta panitia kesehatan di empat lokasi yang melaksanakan pelayanan kesehatan Muktamar ke-34 NU.

“Hal itu juga tidak terlepas dari latar belakang Profesor Asep yang juga Ketua IDI Wilayah Lampung serta pengalaman beliau sebagai Ketua Satgas Covid-19 di lingkungan Universitas Lampung,” katanya.

Sebelumnya panitia lokal Unila dalam menyelenggarakan kegiatan Muktamar sudah mengoptimalkan prosedur standar yang sudah ditetapkan, berikut tahap-tahapannya. Beberapa alternatif plan B juga sudah dirancang sedemikian rupa mengantisipasi jika terjadi masalah.

Adapun penerapan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 yang dilakukan saat registrasi peserta, pertama, peserta Muktamar melakukan registrasi secara online. Saat hadir ke GSG, peserta akan diarahkan untuk check in ke pos yang sudah disediakan di luar gedung GSG.

Di sini, peserta akan dicek suhu dan diminta mengunduh aplikasi Peduli Lindungi untuk mengecek sertifikat vaksin Covid-19 dan hasil swab antigen atau PCR.

Sesuai prosedur prokes, semua dilakukan serba online, jadi peserta harus download aplikasi Peduli Lindungi. Peserta yang belum rapid test akan dirapid di tempat dan bagi yang belum vaksin juga akan divaksin di tempat.

Jika ditemukan hasil rapid positif dengan gejala OTG, maka peserta akan dibawa ke RSPTN Unila. Peserta akan dimonitoring kesehatan oleh nakes yang sudah disiapkan panitia.

Untuk peserta yang tidak melakukan registrasi online, maka bisa melakukan registrasi online di meja reistrasi yang telah disediakan. Setelah mendaftar secara offline, peserta akan mendapatkan barcode yang akan discan.

Selanjutnya, peserta akan mendapatkan nomor antrean dan menunggu panggilan panitia untuk masuk ke GSG. Selanjutnya, dilakukan validasi ulang dan pembagian komisi dan pembagian seminar kit dan prokes kit (masker dan hand sanitizer).

Setelah ke luar dari gedung, peserta juga wajib melakukan check out dengan cara melakukan scan barcode Peduli Lindungi lagi. Hal ini dilakukan agar orang-orang yang masuk ke gedung GSG dapat terdata di Peduli Lindungi.(*)

Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved