Breaking News:

Mesuji

32,7 Hektare Lahan Sawah Alami Penurunan Produksi, Distan Mesuji Siapkan Pendampingan

Distan Mesuji membantah lahan seluas 32,7 hektare di Desa Wirabangun, Kecamatan Simpang Pematang, Kabupaten Mesuji terjadi gagal panen.

Penulis: M Rangga Yusuf | Editor: Reny Fitriani
Tribunlampung.co.id/M Rangga Yusuf
Jumpa pers di aula Dinas Perkim Mesuji Lampung. 32,7 Hektare Lahan Sawah Alami Penurunan Produksi, Distan Mesuji Siapkan Pendampingan 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, MESUJI - Dinas Pertanian Kabupaten Mesuji membantah lahan seluas 32,7 hektare di Desa Wirabangun, Kecamatan Simpang Pematang, Kabupaten Mesuji terjadi gagal panen.

Yang disebabkan adanya pencemaran lingkungan karena pembangunan Masjid Agung dan Wisata Religi di Desa Wirabangun.

Hal tersebut dikatakan oleh Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Pertanian Halwan mewakili Kepala Dinas Pertanian Mesuji Pariman, Selasa (28/12/2021).

"Di lokasi tersebut memang ada sawah, dan sawah tersebut bukan gagal panen semua tetapi hanya sebagian yang terkena penurunan produktivitas hasil padi," ujarnya.

Sebab, menurutnya sampai saat ini Dinas Pertanian Mesuji belum mendapat laporan mengenai gagal panen.

Halwan menjelaskan bahwa penurunan hasil padi saat ini sangat bisa dimungkinkan, sebab pada April hingga September 2021 masuk dalam musim gadu.

"Jadi banyak faktor penyebabnya, termasuk di musim gadu saat ini," ucapnya.

Kemudian, terus Halwan bahwa pihaknya siap melakukan pendampingan terhadap lahan sawah yang mengalami penurunan produktivitas hasil padi di Desa Wirabangun tersebut.

Kesempatan yang sama juga disampaikan oleh Kasi Pengawasan dan Pengendalian Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Mesuji Bambang Irawan.

Menurutnya pihaknya telah melakukan pengecekan di tiga titik lokasi yang diisukan tercemar lingkungan. Mulai dari hulu sungai, lokasi pembangunan dan lokasi sawah yang mengalami penurunan produktifitas.

"Dari hasil uji lap, kita melibatkan laboratorium Lingkungan dari Provinsi. Dan hasilnya memang agak lama sesuai sop yang berlaku".

" Untuk hasilnya sendiri adalah sesuai dengan baku mutu, artinya air itu tidak ada yang bahaya. Sesuai dengan hasil analisa PH normal 6-9," jelasnya.

(Tribunlampung.co.id /M Rangga Yusuf)

Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved