Breaking News:

Mesuji

Dinas Perkim Mesuji Bantah Pembangunan Masjid Agung Cemari Lingkungan

Dinas Perkim membantah proyek pembangunan Masjid Agung dan Wisata Religi di Desa Wirabangun, Kecamatan Simpang Pematang, Mesuji cemari lingkungan.

Penulis: M Rangga Yusuf | Editor: Reny Fitriani
Tribunlampung.co.id/M Rangga Yusuf
Kepala Dinas Perkim didampingi oleh Kadis kominfo, Kepala Bidang Pertanian dan kasi DLH Mesuji. Dinas Perkim Mesuji Bantah Pembangunan Masjid Agung Cemari Lingkungan. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, MESUJI - Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman (Perkim) membantah proyek pembangunan Masjid Agung dan Wisata Religi di Desa Wirabangun, Kecamatan Simpang Pematang, Kabupaten Mesuji cemari lingkungan.

Hal tersebut dikatakan oleh Kepala Dinas Perkim Mesuji Murni saat melakukan press rilis dengan awak media, didampingi Kepala Dinas Kominfo Mesuji M Mausiruddin.

Kemudian Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Pertanian Dinas Pertanian Mesuji Halwan, dan Kasi dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Mesuji, Selasa (28/12/2021).

Kepala Dinas Perkim Kabupaten Mesuji Murni mengatakan dari penjelasan yang telah disampaikan tadi sudah jelas bahwa pembangunan Masjid Agung dan Wisata Religi tidak mencemari lingkungan.

"Itu terbukti dari hasil uji lap bahwa hasil uji air di sungai tersebut sesuai hasil mutu. Sehingga artinya tidak menimbulkan bahaya lingkungan," ujarnya.

Selanjutnya, kata Murni, pembangunan Masjid Agung dan Wisata Religi ini dibangun sejak Desember 2020 dan sudah mendapatkan ijin lingkungan yang dikerjakan dengan bekerjasama dari Universitas Lampung.

Kemudian, terus Murni pada Agustus 2021 timbul isu pencemaran lingkungan di sungai yang dibangunnya Masjid Agung dan Wisata Religi tersebut.

Kesempatan yang sama juga disampaikan oleh Kasi Pengawasan dan Pengendalian Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Mesuji Bambang Irawan.

Menurutnya pihaknya telah melakukan pengecekan di tiga titik lokasi yang diisukan tercemar lingkungan. Mulai dari hulu sungai, lokasi pembangunan dan lokasi sawah yang mengalami penurunan produktifitas.

"Dari hasil uji lap, kita melibatkan laboratorium Lingkungan dari Provinsi. Dan hasilnya memang agak lama sesuai sop yang berlaku".

" Untuk hasilnya sendiri adalah sesuai dengan baku mutu, artinya air itu tidak ada yang bahaya. Sesuai dengan hasil analisa PH normal 6-9," jelasnya.

(Tribunlampung.co.id /M Rangga Yusuf)

Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved