Breaking News:

Pedagang Kembang Api di Kalianda Sepi Pembeli Jelang Malam Pergantian Tahun

Pedagang kembang api di Pasar Inpres Kalianda sepi pembeli jelang malam pergantian tahun baru.

Penulis: Dominius Desmantri Barus | Editor: taryono
Tribunlampung.co.id/ Dominius Desmantri Barus
Pedagang kembang api di Pasar Inpres Kalianda sepi pembeli jelang malam pergantian tahun baru. 

Laporan Reporter Tribunlampung.co.id/ Dominius Desmantri Barus

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, LAMPUNG SELATAN- Omzet menurun, pedagang kembang api di Pasar Inpres Kalianda mengaku hanya bisa pasrah mengikuti intruksi pemerintah.

Perlu diketahui pemerintah pusat melalui Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) telah mengeluarkan Instruksi nomor 66 tahun 2021 PPKM Level 3,2,1 Jawa-Bali, dan luar Jawa-Bali.

Salah satu isi Imendagri tersebut yakni larangan untuk mengadakan kegiatan yang sifatnya dapat membuat kerumunan orang dan juga larang untuk menyalakan kembang api.

Hal itu menjadi polemik bagi pedagang api di Pasar Inpres Kalianda.

Alih-alih ingin mendapatkan untung, beberapa pedagang justru hanya bisa gigit jari dan menerima keputusan tersebut.

Hal itu yang diungkapkan beberapa pedagang petasan di Pasar Inpres Kalianda yang bernama Anton.

Soal larang menghidupkan kembang api. Dirinya mengaku hanya bisa pasrah menerima keputusan tersebut.

"Ya saya tetap mematuhi keputusan dari pemerintah. Tapi ya namanya untuk kebutuhan hidup, mau nggak mau terpaksa saya harus berjualan kembang api ini," kata Anton, Jumat (31/12/2021).

"Saya udah 12 tahun jualan kembang api. Dan ini yang terburuk (penjualannya). Saya udah jualan 3 hari, baru tutup modal. Biasanya 1 hari modal udah keluar," jelasnya.

Halaman
123
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved