Breaking News:

Pringsewu

Perkara Dugaan Korupsi Kakon Way Kunyir Pringsewu Lampung Dilimpahkan ke Kejaksaan Awal 2022

Penyidik Kepolisian Resort (Polres) Pringsewu tengah mempersiapkan pelimpahan tahap dua perkara dugaan korupsi yang menyeret kepala Pekon Way Kunyir.

Tribunlampung.co.id / Robertus Didik B C
Kapolres Pringsewu AKBP Rio Cahyowidi bersama jajaran menggelar konferensi pers, Jumat, 31 Desember 2021. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, PRINGSEWU -- Penyidik Kepolisian Resort (Polres) Pringsewu tengah mempersiapkan pelimpahan tahap dua perkara dugaan korupsi yang menyeret kepala Pekon Way Kunyir, Kecamatan Pagelaran Utara, Kabupaten Pringsewu, Lampung.

Kapolres Pringsewu AKBP Rio Cahyowidi mengungkapkan, terkait pelimpahan tersebut telah dikomunikasikan Kasat Reskrim Polres Pringsewu Iptu Feabo Adigo Mayora Pranata ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Pringsewu.

"Perkara tersebut sudah ditindaklanjuti, dan menunggu tahap dua," ungkap Rio ketika ditemui dalam pres rilis di Mapolres Pringsewu, Jumat, (31/12/2021).

Ditambahkan Rio, hasil koordinasi terakhir dengan Kejaksaan Negeri Pringsewu, pelimpahan dilaksanakan di awal tahun 2022 nanti.

Sebelumnya diberitakan, Unit Tipikor Satreskrim Polres Pringsewu melakukan penahanan terhadap  Suparman (44), kepala Pekon (Kakon) Way Kunyir, Kecamatan Pagelaran Utara, Kabupaten Pringsewu, Lampung, Kamis, 23 Desember 2021.

Baca juga: Tidak Ada Kasus Baru Covid-19 di Pringsewu, Warga Tetap Diimbau Taat Prokes

Kasat Reskrim Polres Pringsewu Iptu Feabo Adigo Mayora Pranata mengungkapkan, penahanan tersebut dilakukan atas dugaan korupsi anggaran pendapatan belanja (APB) Pekon Way Kunyir   Tahun Anggaran 2019.

"Kerugian negara dalam perkara tersebut sebesar Rp 280,951,178," ungkap Feabo mewakili Kapolres Pringsewu AKBP Rio Cahyowidi, Jumat, 24 Desember 2021.

Feabo mengungkapkan, Pekon Way Kunyir menerima kucuran APB sebesar Rp 1.584.568.227. 

Dana tersebut berasal dari beberapa sumber, antara lain Dana Desa sebesar Rp 995.761.000, bagi hasil pajak dan retribusi Rp 18.763.227, alokasi dana pekon Rp 512.620.000, dan pendapatan lain-lain Rp 57.423.000.

Namun dalam penggunaanya tersangka diduga melakukan pengelolaan pendapatan dan belanja pekon tidak sesuai dengan ketentuan untuk mendapat keuntungan pribadi.

Baca juga: Warga Takut dengan Runtuhan Batu dari Bukit Sarno Pringsewu 

"Namun dalam pelaksanaanya, tersangka diduga melakukan pengelolaan dana desa tidak sesuai dengan ketentuan untuk mendapatkan keuntungan pribadi," ujarnya.

Selanjutnya tersangka selaku kuasa pengguna anggaran (KPA) mengelola APB tanpa melibatkan bendahara. 
Modus pelaku menguntungkan diri sendiri antara lain membuat nota belanja fiktif dan mark up harga belanja barang.

"Setelah dilakukan perhitungan oleh tim audit Inspektorat Kabupaten Pringsewu terdapat kerugian negara sebesar Rp 280,951,178," katanya.

Atas perbuatannya itu, Suparman dikenakan Pasal 2 dan Pasal 3 UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi dan UU Nomor 20 Tahun 2021 dengan ancaman 20 tahun penjara. 

"Saat ini kami masih akan melengkapi berkas untuk kemudian dilimpahkan ke  Kejaksaan Negeri Pringsewu," katanya. ( Tribunlampung.co.id / Robertus Didik B C )

Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved