Breaking News:

Kesehatan

Halo Dokter, Bagaimana Cara Mengatasi Keringat yang Berlebihan?

Kalau hendak membeli deodorant, belilah yang ada antiprespirant karena bisa membantu mengurangi keringat di ketiak

Penulis: Jelita Dini Kinanti | Editor: soni
dokumentasi
dr Desidera 

 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDARLAMPUNG - Kalau hendak membeli deodorant, belilah yang ada antiprespirant karena bisa membantu mengurangi keringat di ketiak, termasuk yang keringatnya berlebihan (hiperhidrosis).


Kalau hiperhidrosisnya berbau, antiprespirant juga bisa membantu mengurangi baunya. Hiperhidrosis berbau memang lebih sering terjadi di ketiak yang sering disebut bau ketiak.


Selain itu ada juga antiprespirant oles yang bisa digunakan untuk area tubuh lain yang mengalami hiperhidrosis, seperti telapak tangan dan telapak kaki. 


"Antiprespirant lebih bagus digunakan pada malam hari sebelum tidur, karena di malam hari inilah antiprespirant bisa bekerja lebih efektif," kata dr Desidera, Minggu 2 Januari 2022.


Selain antiprespirant, bisa juga menggunakan sabun anti bakteri setiap kali mandi, dan mandinya harus rutin dua kali sehari. Sabun anti bakteri bisa membantu mengurangi bau. 


Kalau mau bau dan hiperhidrosis di ketiaknya hilang permanen, bisa datang ke dokter untuk meminta bantuan operasi kecil.  Operasi kecil ini memang hanya bisa dilakukan diketiak, untuk bagian tubuh lain belum bisa. 


Selain operasi kecil, ada juga botox yang bisa membantu menghilangkan hiperhidrosis termasuk yang berbau di ketiak maupun bagian tubuh lain. Namun botox hanya bertahan selama 6-8 bulan. Setelah itu harus diulang lagi.


Tak hanya itu dibutuhkan bantuan pengobatan untuk membantu mengatasi hiperhidrosis, jika hiperhidrosis yang terjadi adalah hiperhidrosis sekunder yakni hiperhidrosis karena penyakit tertentu seperti jantung, kelenjar tiroid, dan sebagainya.


Selain itu ada juga hiperhidrosis primer, yakni hiperhidrosis yang terjadi sejak lahir karena faktor keturunan. Hiperhidrosis primer semakin aktif saat mulai memasuki usia pubertas.


Hiperhidrosis bisa terjadi diseluruh area tubuh. Namun yang paling sering adalah ketiak, telapak tangan, dan telapak kaki. 


Hiperhidrosis ada yang tidak berbau dan ada yang berbau. Hiperhidrosis yang tidak berbau adalah hiperhidrosis yang terjadi pada kelenjar keringat bernama ekrin.

Baca juga: Halo Dokter, Makanan dan Minuman yang Harus Dihindari bagi Hiperhidrosis


Sedangkan hiperhidrosis berbau berbau karena hiperhidrosisnya terjadi di kelenjar keringat bernama apokrin.  


Di kelenjar apokrin sekresinya adalah lemak. Lalu lemak memecah bakteri yang ada dipermukaan kulit, yang menimbulkan bau. Bahkan baunya bisa sangat menyengat dan mengganggu orang sekitar. 


( Tribunlampung.co.id / Jelita Dini Kinanti )

Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved