Berita Nasional

Pasangan Pengantin di Lamongan Naik Perahu karena Banjir Viral di Medsos

Viral video berdurasi 22 detik menyita perhatian warganet, setelah beredar di beberapa akun Instagram warga Lamongan.

Penulis: Wahyu Iskandar | Editor: Dedi Sutomo
Instagram @lamongan.update
Viral Pasangan Pengantin di Lamongan Naik Perahu karena Banjir. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID – Viral video berdurasi 22 detik menyita perhatian warganet, setelah beredar di beberapa akun Instagram warga Lamongan.

Dalam video tersebut, terlihat pasangan pengantin sedang menaiki perahu lantaran banjir yang terjadi di lokasi.

Kemudian diketahui, video tersebut diambil di lokasi pasangan calon mempelai pria di Dusun Moro, Desa Morocalan, Kecamatan Glagah, Lamongan, Jawa Timur.

Tampak dalam video, baik mempelai pria dan wanita mengenakan busana lengkap pernikahan.

Pasangan pengantin tersebut naik ke atas perahu, dengan ditarik oleh seseorang yang berjalan kaki untuk menyusuri jalanan perkampungan.

Baca juga: Pengantin Baru Meninggal Dunia saat Selamatkan Baju Pernikahan dari Air

Di perahu tersebut, juga terlihat seorang anak kecil yang sedang duduk saat perahu ditarik oleh seorang pria.

"Benar mas, itu kejadiannya Kamis (30/12/2021) kemarin. Menuju rumah dari KUA (Kantor Urusan Agama). Karena jalan kampung banjir, akhirnya dinaikkan perahu," ujar Kepala Desa Morocalan Ridwan, saat dikonfirmasi, Jumat (31/12/2021).

Ridwan menjelaskan, mempelai pria itu bernama Ahmad Hadi Susiwo (29) merupakan warganya, warga Dusun Moro, Desa Morocalan.

Sementara mempelai wanita diketahui bernama Nurul Izzati (18), warga Kecamatan Dukun, Kabupaten Gresik.

"Air yang menggenangi jalan di atas mata kaki orang dewasa, makanya pengantin dinaikkan perahu," ucap Ridwan.

Baca juga: VIRAL Gara-gara Banjir, Pengantin Naik Perahu Menuju KUA

Dikatakannya, pasangan pengantin tersebut sengaja dinaikkan ke atas perahu, supaya baju yang mereka kenakan tidak sampai basah akibat air yang menggenangi jalan perkampungan setempat.

Terlebih, mereka setidaknya harus melalui jalan yang tergenang air tersebut sepanjang sekitar 70 meter.

Adapun banjir yang melanda perkampungan setempat akibat meluapnya Sungai Bengawan Njero.

Luapan tersebut juga membuat beberapa rumah dan tambak milik warga setempat terdampak.

Sehingga tenda pernikahan, tidak bisa dipasang di rumah mempelai pria.

"Tidak sampai jalan poros utama (jalan raya) hanya di wilayah perkampungan warga. Air banjir juga ada yang menggenangi beberapa rumah warga, tapi tidak terlalu parah," kata Camat Glagah Khoirul Muchsinin, saat dihubungi terpisah.

Videografer Tribunlampung.co.id / Wahyu Iskandar

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved