Breaking News:

Lampung Tengah

Pria di Lampung Tengah Rudapaksa Anak Tirinya yang Masih SD

Kapolsek Kalirejo Iptu Edi Suhendra menuturkan, perbuatan asusila tersebut dilaporkan oleh D (19), kakak korban.

Penulis: syamsiralam | Editor: Daniel Tri Hardanto
Grafis Tribunlampung.co.id/Dodi
Ilustrasi. Seorang pria di Kalirejo, Lampung Tengah merudapaksa anak tirinya yang masih SD. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, LAMPUNG TENGAH - Seorang pria di Kecamatan Kalirejo, Lampung Tengah merudapaksa anak tirinya yang masih duduk di bangku sekolah dasar.

Aksi bejat itu dilakukan MG (39), warga Kalirejo, Lampung Tengah, terhadap W (12), putri tirinya.

Kapolsek Kalirejo Iptu Edi Suhendra menuturkan, perbuatan asusila tersebut dilaporkan oleh D (19), kakak korban.

Edi menjelaskan, MG diamankan di rumah istrinya, Sabtu (1/1/2022).

Baca juga: Dihukum 8 Tahun Penjara, Oknum Polisi Rudapaksa Nakes di Lampung Utara Ajukan Banding

"Aksi MG dilakukan satu kali, yakni Selasa (28/12/2021) lalu," kata Iptu Edi Suhendra, mendampingi Kapolres Lampung Tengah AKBP Oni Prasetya, Kamis (6/1/2022).

Kapolsek menjelaskan, MG memaksa korban masuk kamar, lalu melakukan perbuatan tercela itu.

Selain menangkap MG, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti, antara lain, sehelai kaus, sehelai celana, sehelai bra, sehelai celana dalam, dan sehelai jilbab.

D menjelaskan, adiknya dirudapaksa saat sang ibu sedang pergi.

D lalu melaporkan perbuatan sang ayah tiri kepada Polsek Kalirejo keesokan harinya.

Baca juga: Viral Foto Wajah Guru Pesantren Rudapaksa Santriwati Babak Belur di Penjara

Endi menerangkan, MG dijerat pasal 76E jo 82 UU RI Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Peraturan Perundang-undangan Nomor 1 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua Atas UU RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

Ancaman hukumannya minimal 3 tahun dan maksimal 15 tahun penjara.

Sementara itu, Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Lampung Tengah Eko Yuwono mengatakan, kasus asusila terhadap anak merupakan fenomena gunung es yang harus menjadi perhatian.

"Seperti tidak ada habisnya. Setiap tahun selalu terjadi. Jadi ini perlu bantuan semua pihak untuk mengantisipasinya," terang Eko Yuwono.

( Tribunlampung.co.id / Syamsir Alam )

Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved