Breaking News:

Bandar Lampung

Realisasi Pendapatan Lampung Peringkat Kedua Nasional, Mendagri Tito Apresiasi Kerja Gubernur

Mendagri Tito Karnavian mengapresiasi Gubernur Lampung Arinal Djunaidi beserta jajaran atas raihan prestasi. Di antaranya untuk realisasi pendapatan.

Penulis: Bayu Saputra | Editor: Hanif Mustafa
Tribunlampung.co.id / Bayu Saputra
Mendagri Tito Karnavian menyampaikan konferensi pers bersama Gubernur Lampung Arinal Djunaidi di Mahan Agung, Rabu (5/1/2022) 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG -- Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengapresiasi Gubernur Lampung Arinal Djunaidi beserta jajaran atas raihan prestasi yang membanggakan. 

Di antaranya untuk realisasi pendapatan 2021 Provinsi Lampung menduduki peringkat kedua secara nasional setelah Provinsi Jawa Barat. 

Lalu, Provinsi Lampung juga untuk realisasi belanja daerah juga posisi 5 secara nasional. 

"Saya mengapresiasi kepada Gubernur Arinal, karena pendapatan Lampung tinggi kedua 99 persen mencapai targetnya saya tidak tahu resepnya, " kata Mendagri Tito Karnavian saat menyampaikan konferensi pers di depan Rumah Dinas Gubernur Lampung (Mahan Agung), Rabu (5/1/2022) malam.

Lanjutnya, prestasi lainnya belanja Lampung juga peringkat 5 tertinggi secara nasional artinya uang tidak disimpan tapi diedarkan kepada masyarakat dalam bentuk program.

"Ini juga nantinya pihaknya akan mempelajari kiat beliau, memang beliau (Arinal) ini banyak terobosan bidang kreatif dan bidang pertanian," ucap Tito.

Tito mengatakan Lampung sebagai gudang pangan nasional dan diharapkan visi misi presiden juga bisa diselaraskan.

"Paling utama adalah pengendalian pandemi ini menjadi kunci bagi semua pihak untuk bisa mencapai target pendapatan," sebutnya.

"Sekaligus untuk mengeksekusi program sesuai rencana belanja, kalau pandeminya tidak terkendali sudah untuk  mencapai target pendapatan dan target belanja," tambahnya.

Tito menuturkan mengelola pemerintahan itu baik dipusat dan daerah itu sama saja, yang membedakan caranya pendapatan harus lebih besar dari pada belanja. 

"Pendapatan yang banyak belanjanya kira-kira dikit itu namanya surplus, jangan sampai target pendapatan tidak sampai belanja dikit itu namanya defisit dan itu namanya defisit tidak bisa dieksekusi, " kata Tito. ( Tribunlampung.co.id / Bayu Saputra ) 

Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved