Breaking News:

Bandar Lampung

Disnaker Bandar Lampung Klaim Sengketa Antara Perusahaan dan Buruh Menurun Tahun 2021

Pemerintah Kota Bandar Lampung mengklaim terjadi penurunan perselisihan hubungan industrial di kota tapis berseri.

Tribun Lampung/Tri
Ilustrasi sengketa hubungan industrial di pengadilan. Pemerintah Kota Bandar Lampung mengklaim terjadi penurunan perselisihan hubungan industrial di kota tapis berseri. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG -- Pemerintah Kota Bandar Lampung mengklaim terjadi penurunan perselisihan hubungan industrial di kota tapis berseri.

Kepala Dinas Tenaga Kerja Bandar Lampung Wan Abdurrahman, melalui Mediator Hubungan Industrial Septi Indrayani mengatakan, pemerintah mencatat sebanyak 35 sengketa antara karyawan dengan perusahaan pada tahun 2021.

Jumlah tersebut diterangkannya mengalami penurunan, sebab pada tahun 2020, perselisihan hubungan industrial tercatat oleh pihaknya mencapai 65 kasus.

"Dari tahun 2019 ke 2020, peningkatan perselisihan hubungan industrial mendekati 20 persen, yakni dari 55 kasus menjadi 65 kasus," kata dia, Sabtu (8/1/2022).

"Kemudian dari tahun 2020 ke 2021, terjadi penurunan yang cukup derastis, yakni dari 65 kasus sengketa menjadi 35 kasus," lanjut dia.

Baca juga: DPC Partai Demokrat Bandar Lampung Tak Masalahkan Dedi Haryadi Berlabuh ke PDI Perjuangan

Dari 35 kasus yang terjadi pada tahun 2021, lanjut dia, sebanyak 20 kasus harus dilanjutkan ke pengadilan hubungan industrial akibat dari tidak adanya titik temu dari selisih paham yang ada.

"Lalu 15 lainnya berhasil selesai secara bipartit dengan mediasi Dinas Tenaga Kerja," ucap dia.

Adapun penyebab dari sengketa yang terjadi diterangkan didominasi dengan penyebab pemutusan hubungan kerja (PHK).

Akibat dari perselisihan hubungan industrial yang terjadi itu, terhimpun pula sebanyak 224 pekerja terdampak langsung.

( Tribunlampung.co.id / V Soma Ferrer )

Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved